Aliran Khawarij Dasar Ajaran Tokoh

Semenjak Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia netral

Khawārij
(Arab:
خوارج

baca
Khowaarij, secara harfiah berarti “Mereka yang Keluar”) ialah istilah mahajana yang mencangam beberapa distribusi privat Selam nan awalnya memufakati kekuasaan Ali bin Abi Thalib, suntuk menolaknya. Disebut
Khowarij
disebabkan karena keluarnya mereka berasal dinul Selam dan pengarah kaum muslimin.[1]

Tadinya keluarnya mereka pecah atasan kaum muslimin merupakan pada zaman khalifah Ali kacang Abi Thalib ketika terjadi (musyawarah) dua utusan. Mereka berkumpul disuatu tempat yang disebut Khoruro (satu tempat di daerah Kufah). Makanya sebab itulah mereka juga disebut
Al Khoruriyyah.[2]
Dalam mengajak umat mengikuti garis pemikiran mereka, suku bangsa Khawarij sering menggunakan kekerasan dan pertumpahan bakat.
[kalam rujukan]

Terminologi

[sunting
|
sunting sumur]

Prolog Khawarij kerumahtanggaan terminologi ilmu penis ialah satu sekte/gerombolan/aliran pengikut Ali bin Abi Thalib yang kemudian keluar dan meninggalkan laskar karena ketidaksepakatan terhadap keputusan Ali yang memufakati arbitrase (tahkim), dalam perang Shiffin pada hari 37/648 Kristen dengan kelompok Muawiyah bin Abu Sufyan perihal persengketaan khalifah.
[butuh rujukan]

Sumber pemikiran, sifat dan karakter Khawarij awalnya dari seseorang yang bernama Dzul Khuwaishirah berbunga Bani Tamim.[3]
[4]
Awalnya dia telah mencaci Rasulullah Muhammad ﷺ enggak adil dalam pembagian harta rampasan perang, ucapannya membuat Umar kacang Khattab atau Khalid bin Walid[5]
[6]
[7]
hendak memenggal lehernya, akan namun dicegah oleh Rasulullah Muhammad ﷺ. Ciri individual Khawarij lainnya adalah mengkafirkan pemerintah kaum muslimin dan orang-orang nan bersama pemerintah tersebut (karena berbuat dosa-dosa besar), memberontak kepada pemerintah kaum muslimin, menghalalkan darah dan harta kaum muslimin. Dalam riwayat lain disebutkan, “Sesungguhnya akan lahir dari orang ini satu kaum nan membaca Al-Qur’an cuma tidak hingga melewati kerongkongannya, mereka mendebah turunan Selam dan membiarkan para penyembah tagut. Mereka terlepas terbit Islam seperti anak kilauan yang rontok mulai sejak busurnya. Kalau aku menjumpai mereka sungguh akan aku basmi mereka sebagai halnya memerangi suku bangsa ‘Ad.”[8]

Perkembangan

[sunting
|
sunting sendang]

Kemudian perkembangan gerakan Khawarij mengembung pertama mana tahu muncul pada pertengahan abad ke-7, terpusat di distrik yang kini suka-suka di Irak selatan, disuatu medan nan disebut Khouro, Kuffah. Khawarij merupakan bentuk yang farik dari Sunni dan Syi’ah. Operasi ini berurat sejak zaman Khalifah Utsman bin Affan dibunuh, dan kaum Muslimin kemudian mengangkat Ali bin Abi Thalib misal khalifah. Ketika itu, kaum Muslimin mengalami kekecewaan kepemimpinan selama beberapa periode.

Selepas Utsman bin Affan dibunuh maka itu orang-orang nan membencinya, suku bangsa muslimin mengangkat Ali kedelai Abi Thalib sebagai khalifah, setelah beberapa masa kaum muslimin jiwa tanpa seorang khalifah. Kabar mortalitas ‘Ustman kemudian terdengar oleh Mu’awiyyah, yang mana beliau masih memiliki asosiasi kekerabatan dengan ‘Ustman polong Affan.

Sesuai dengan syariat Islam, Mu’awiyyah berhak memaui balas atas kematian ‘Ustman. Mendengar berita ini, insan-orang Khawarij juga ketakutan, kemudian menyusup ke tentara Ali bin Abi Thalib. Mu’awiyyah berpendapat bahwa semua orang yang terlibat dalam pembunuhan ‘Ustman harus dibunuh, sedangkan Ali berpendapat yang dibunuh hanya nan membunuh ‘Ustman saja karena tidak semua yang terlibat pembunuhan diketahui identitasnya. Kesannya terjadilah perang shiffin karena perbedaan dua pendapat tadi. Kemudian tiap-tiap pihak utus utusan bakal berunding, dan terjadilah perdamaian antara kedua belah pihak. Meluluk hal ini, khalayak-individu khawarijpun menunjukkan sejati dirinya dengan keluar pecah pasukan Ali bin abi Thalib. Mereka (Khawarij) merencanakan untuk membunuh Mu’awiyyah bin Abi Sufyan dan Ali bin Abi Thalib, tetapi yang berhasil mereka bunuh hanya Ali bin Abi Thalib.

Ajaran

[sunting
|
sunting sumber]

Secara umum, wahi-wangsit resep golongan ini yaitu:

  • Khalifah maupun pendeta harus dipilih secara bebas maka dari itu seluruh umat Islam.
  • Khalifah tidak harus berasal dari keturunan suatu tungkai, bangsa atau keturunan Rasulullah Muhammad ﷺ (bangsa Arab) saja, bahkan berusul kalangan mana saja. Dengan demikian setiap orang mukmin berkuasa menjadi khalifah apabila mutakadim menunaikan janji syarat.
  • Khalifah dipilih secara permanen selama yang bersangkutan bergaya adil dan menjalankan syari’at Islam. Ia harus dijatuhkan bahkan dibunuh sekiranya melakukan kekejaman.
  • Khalifah sebelum Ali (Duli Bakar, Umar, Utsman) ialah seremonial, tetapi setelah tahun ketujuh berpangkal tahun kekhalifahannya Utsman dianggap telah menyeleweng.
  • Khalifah Ali ialah sah tetapi setelah terjadi arbitrase (tahkim), ia dianggap sudah menyeleweng.
  • Mengharuskan koteng khalifah mengamalkan adil dan menunaikan janji syariat Islam.
  • Khalifah nan dianggap telah melantur pecah hukum Selam wajib diturunkan, bila perlu secara paksa dan dibunuh.
  • Melakukan pemberontakan kepada Khalifah yang mereka anggap dzalim dan tidak adil.
  • Muawiyah dan Amru bin Ash serta Abu Musa Al-Asy’ari kembali dianggap menyeleweng dan telah menjadi ateis.
  • Pasukan perang Jamal yaitu Aisyah, Thalhah, dan Zubair yang melawan Ali adalah kafir.
  • Seseorang nan berdosa segara bukan pula disebut mukminat dan dia bisa disebut kafir, sehingga harus dibunuh. Yang tinggal anarkis (pusing) juga, mereka menganggap bahwa koteng muslim dapat menjadi kufur apabila beliau tidak mau membunuh mukmin lain nan telah dianggap dahriah dengan risiko engkau menanggung beban harus dilenyapkan juga.
  • Setiap muslim harus berhijrah dan bergabung dengan golongan mereka. Bila bukan mau menyatu, ia wajib diperangi karena hidup dalam
    Dar al-Harb
    (negara musuh), semenjana golongan mereka koteng dianggap berada dalam
    Dar al-Islam
    (Negara Islam).
  • Seseorang harus menghindar bersumber pimpinan nan menyeleweng.
  • Adanya wa’ad dan wa’id (orang yang baik harus masuk surga, sedangkan individu yang jahat harus ikut ke dalam neraka).
  • Memalingkan ayat-ayat Al-quran yang terpandang mutasabihat (enigmatis).
  • Quran adalah hamba allah.
  • Membolehkan membunuh golongan di asing kelompoknya.

Persebaran Khawarij internal perkembangan selanjutnya berpokok lagi menjadi sejumlah sekte dari nan minimum keras ialah sekte Azariqah di sumber akar pimpinan Nafi Bani Azraq. Golongan ini berpendapat bahwa bani adam-manusia Islam yang tidak sefaham dengan mereka adalah dahriah dan akan kekal selama-lamanya dalam neraka, lamun ia meninggal detik masih anak-anak. Termasuk dalam sekte ini adalah Abdurrahman bin Muljam yang gorok Khalifah Ali ketika sedang sholat Subuh di Kufah. Ada juga sekte yang lebih lunak sebagai halnya kelompok Najdah Ibnu Amir Al-Hanafi dari Yamamah, kerubungan Ziad Anak laki-laki Asfar. Sedangkan yang paling lunak merupakan sekte Ibadiah arahan Abdullah bin Ibad yang tidak sampai mengkafirkan dan masih menganggap Islam keramaian di luar mereka.

Tokoh utama

[sunting
|
sunting sumber]

Tokoh-pelaku utama Khawarij antara lain:

  • Urwah bin Hudair
  • Mustarid bin Sa’ad
  • Hausarah al-Asadi
  • Quraib kacang Maruah
  • Nafi’ kacang al-Azraq
  • ‘Abdullah bin Basyir

Sekte

[sunting
|
sunting sumur]

Akibat perbedaan pendapat di antara tokoh-tokohnya, Khawarij terpecah menjadi bilang sekte, antara lain:

  • Sekte Muhakkimah, nan merupakan sekte pertama, yakni golongan nan mempersatukan diri berpunca ‘Ali kedelai Abi Thalib.
  • Sekte Azariqah yang lebih drastis, sebab orang yang tidak sepaham dengan mereka dibunuh.
  • Sekte Najdat yang merupakan belahan semenjak sekte Azariqoh.
  • Sekte al-Ajaridah nan dipimpin ‘Abd Karim kedelai Ajrad, yang internal perkembangannya terpecah menjadi sejumlah kelompok mungil sama dengan Syu’aibiyyah, Hamziyyah, Hazimiyyah, Maimuniyyah, dll.

Perpecahan itulah yang menghancurkan aliran Khawarij. Satu-satunya yang masih ada, Ibadi dari Oman, Zanzibar, dan Maghreb menganggap dirinya berbeda mulai sejak nan enggak dan menolak disebut Khawarij.

Pustaka

[sunting
|
sunting sumur]


  1. ^

    Fat, juz 12 hal. 283

  2. ^


    Mu’jam Al-Buldan li Yaqut Al-Hamawi, juz 2 kejadian. 245

  3. ^

    Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib berpokok Az Zuhriy berucap, telah mengabarkan kepada saya Debu Salamah kacang ‘Abdur Rahman bahwa Abu Sa’id Al Khudriy bertutur; Detik kami sedang bersama rasulullah ﷺ yang sedang membagi-bagikan penjatahan (harta), datang Dzul Khuwaishirah, koteng laki-laki mulai sejak Anak laki-laki Tamim, tinggal bersabda, “Aduhai rasulullah, tolong anda berlaku adil.” Maka dia bersuara: “Celaka kamu! Siapa yang dapat berbuat adil kalau saya saja tak boleh mengerjakan objektif. Sungguh kamu sudah lalu mengalami penyakit dan kemalangan jika saya tidak mengerjakan objektif.” Kemudian ‘Umar bin Khattab merenjeng lidah, “Wahai Rasulullah, izinkan saya untuk memenggal mayit lehernya!” Dia berucap: “Biarkanlah sira. Karena dia lusa akan punya antagonis-musuh yang salah seorang mulai sejak kalian memandang remeh salatnya dibanding salat mereka, puasanya dibanding puasa mereka. Mereka membaca Al Qur’an belaka tidak menjejak pembuluh mereka. Mereka keluar dari agama sebagai halnya melesatnya momongan sorot semenjak target. (Karena lewat cepatnya anak kirana yang dilesakkan), maka ketika ditelitilah ujung panahnya maka tidak ditemukan suatu jebolan apapun, lalu ditelitilah batang panahnya sekadar tidak ditemukan suatu apapun lalu, ditelitilah bulu anak panahnya namun tidak ditemukan suatu apapun, rupanya momongan panah itu sedemikian prematur menembus kotoran dan darah. Ciri-ciri mereka adalah lelaki berjangat hitam yang salah satu dari dua lengan atasnya andai payudara wanita maupun bagaikan potongan daging nan mengalir-gerak. Mereka akan muncul pada zaman timbulnya firqah/golongan.” Tepung Sa’id berkata, “Saya bersaksi bahwa saya mendengar hadits ini mulai sejak rasulullah ﷺ, dan saya bersaksi bahwa ‘Ali bin Abu Thalib sudah memerangi mereka, dan saya bersamanya ketika itu lalu kamu mensyariatkan untuk berburu seseorang yang bersembunyi tinggal hamba allah itu didapatkan dan dihadirkan hingga saya boleh melihatnya persis seperti nan dijelaskan ciri-cirinya makanya rasul ﷺ.” (HR Bukhari 3341).

  4. ^

    HR al-Ajurri, Lihat asy-Syari’ah, kejadian. 33, dengan kisah yang sedikit berbeda.

  5. ^

    Telah menceritakan kepada kami Hannad bin As Konsentrat telah menceritakan kepada kami Abul Ahwash dari Sa’id bin Masruq berpunca Abdurrahman bin Abu Nu’m dari Duli Sa’id Al Khudri ia mengomong, “Ketika Ali bin Abi Thalib kreatif di Yaman, dia persaudaraan mengirimkan emas yang masih kotor kepada rasulullah ﷺ. Tinggal kencana itu dibagi-bagikan oleh rasulullah ﷺ kepada empat kelompok. Yakni kepada Aqra` bin Lalu Al Hanzhali, Uyainah bin Badar Al Fazari, Alqamah bin Ulatsah Al Amiri, termasuk Bani Kilab dan Zaid Al Khair Ath Thay dan riuk satu Bani Nabhan.” Abuk Sa’id berujar, “Bani adam-orang Quraisy marah dengan adanya pengalokasian itu. kata mereka, Kenapa pemimpin-ketua Najed yang diberi pencatuan maka dari itu rasulullah, dan kita tidak dibaginya?” Maka rasulullah ﷺ pun menjawab, “Sebenarnya saya lakukan yang demikian itu, lakukan membujuk lever mereka.” Sementara itu, datanglah pria berjenggot baplang, pelipis menonjol, ain konkaf, jidat menjorok dan kepalanya digundul. Ia berkata, “Aduhai Muhammad! Takutlah Beliau kepada Allah!” Rasulullah ﷺ bersabda, “Bisa jadi pulakah lagi yang akan mentaati Allah, sekiranya saya koteng telah mendurhakai-Nya? Allah menerimakan ketenangan bagiku atas semua penghuni bumi, maka apakah kamu tak ingin mengasihkan ketabahan bagiku?” Abu Sa’id berkata, Setelah orang itu bertindak, maka sendiri sahabat (Khalid bin Al Walid) mempersunting izin kepada rasulullah ﷺ untuk membunuh sosok itu. Maka rasulullah ﷺ lagi bersabda, “Bersumber kelompok orang ini, akan muncul akan datang orang-orang yang pandai mendaras Al Qur`an belaka bukan sampai melewati kerongkongan mereka, sampai-sampai mereka mendebah hamba allah-makhluk Islam, dan merelakan para penganut pujaan; mereka keluar pecah Selam sebagaimana panah yang meluncur dari busurnya. Seandainya saya masih menemui mereka, akan kumusnahkan mereka seperti musnahnya kaum ‘Ad.” (HR Muslim 1762).

  6. ^

    Al-Imam Al-Bukhari -Rahimahullah- meriwayatkan berasal Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa dia bersabda, بَعَثَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْيَمَنِ بِذُهَيْبَةٍ فِي أَدِيمٍ مَقْرُوظٍ لَمْ تُحَصَّلْ مِنْ تُرَابِهَا قَالَ فَقَسَمَهَا بَيْنَ أَرْبَعَةِ نَفَرٍ بَيْنَ عُيَيْنَةَ بْنِ بَدْرٍ وَأَقْرَعَ بْنِ حابِسٍ وَزَيْدِ الْخَيْلِ وَالرَّابِعُ إِمَّا عَلْقَمَةُ وَإِمَّا عَامِرُ بْنُ الطُّفَيْلِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِهِ كُنَّا نَحْنُ أَحَقَّ بِهَذَا مِنْ هَؤُلَاءِ قَالَ فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَلَا تَأْمَنُونِي وَأَنَا أَمِينُ مَنْ فِي السَّمَاءِ يَأْتِينِي خَبَرُ السَّمَاءِ صَبَاحًا وَمَسَاءً قَالَ فَقَامَ رَجُلٌ غَائِرُ الْعَيْنَيْنِ مُشْرِفُ الْوَجْنَتَيْنِ نَاشِزُ الْجَبْهَةِ كَثُّ اللِّحْيَةِ مَحْلُوقُ الرَّأْسِ مُشَمَّرُ الْإِزَارِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اتَّقِ اللَّهَ قَالَ وَيْلَكَ أَوَلَسْتُ أَحَقَّ أَهْلِ الْأَرْضِ أَنْ يَتَّقِيَ اللَّهَ قَالَ ثُمَّ وَلَّى الرَّجُلُ قَالَ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا أَضْرِبُ عُنُقَهُ قَالَ لَا لَعَلَّهُ أَنْ يَكُونَ يُصَلِّي فَقَالَ خَالِدٌ وَكَمْ مِنْ مُصَلٍّ يَقُولُ بِلِسَانِهِ مَا لَيْسَ فِي قَلْبِهِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَمْ أُومَرْ أَنْ أَنْقُبَ عَنْ قُلُوبِ النَّاسِ وَلَا أَشُقَّ بُطُونَهُمْ قَالَ ثُمَّ نَظَرَ إِلَيْهِ وَهُوَ مُقَفٍّ فَقَالَ إِنَّهُ يَخْرُجُ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا قَوْمٌ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ رَطْبًا لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ وَأَظُنُّهُ قَالَ لَئِنْ أَدْرَكْتُهُمْ لَأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ ثَمُودَ “Ali pernah menugasi dari Yaman bagi Rasulullah ﷺ seketul emas dalam kantong kulit nan telah disamak, namun emas itu belum dibersihkan dari kotorannya. Maka Nabi ﷺ membaginya kepada catur khalayak; ‘Uyainah bin Badr, Aqra’ polong Habis, Zaid Al-Khail dan nan ke empat, ‘Alqamah atau ‘Amir bin Ath-Thufail. Maka seseorang bersumber para sahabatnya menyatakan,”Kami lebih berwajib dengan (harta) ini dibanding mereka”. Tuturan itu setakat kepada Rasulullah ﷺ, maka Ia berfirman, “Apakah kalian tak percaya kepada saya? Sementara itu saya adalah pendamping Dzat yang cak semau dilangit (Allah), visiun turun kepada saya berpunca langit diwaktu pagi dan sore”. Kemudian datanglah seorang laki-laki (Dzul Khuwaishirah) yang cekung kedua matanya, menonjol kedua atas pipinya, menonjol kedua dahinya, lebat jenggotnya, botak kepalanya, dan lintir sarungnya. Orang itu bersabda,” Bertaqwalah kepada Allah, wahai Rasulullah!!” Maka Rasulullah ﷺ bertutur, ”Celaka engkau!! Bukankah saya bani adam nan paling bertakwa kepada Sang pencipta?!” Kemudian orang itu pergi. Maka Khalid bin Al-Walid radhiyallahu anhu berkata,”Wahai Rasulullah bolehkah saya sembelih lehernya?” Rasul bersabda,”Jangan, barangkali dia masih salat (yakni, masih muslim).” Khalid berkata,”Berapa banyak khalayak yang salat dan bersabda dengan lisannya (syahadat) ternyata bentrok dengan isi hatinya.” Nabi bersabda, “Saya lain diperintah untuk mengorek isi hati manusia, dan membela dada-dada mereka.” Kemudian nabi ﷺ mengawasi kepada makhluk itu, sambil mengomong,“Sesungguhnya akan keluar berbunga keturunan cucu adam ini sekelompok kaum nan mendaras Kitabullah (Al-Qur’an) dengan mudah, namun tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka melesat berasal (sempadan-senggat) agama mereka seperti melesatnya anak panah dari sasarannya”. Saya (Abu Sa’id Al-Khudriy) yakin dia berfirman, لَئِنْ أَدْرَكْتُهُمْ لأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ ثَمُوْدَ “Takdirnya saya menemui mereka, niscaya saya akan hilangkan mereka seperti dibunuhnya kaum Tsamud”. (HR. Al-Bukhari dalam Kitab Al-Maghozi (4351), dan Mukmin dalam Kitab Az-Zakah (2448).

  7. ^

    Lihat Al-Muntaqo An-Nafis (hal. 89).

  8. ^

    H.R. Bukhori (2/232) dan Mukmin (2/741 dan 742)

Rujukan

[sunting
|
sunting sendang]

  • Hamid, Syamsul Rijal 2002.
    Buku Pintar Agama Islam: Edisi Senior. Bogor: Penebar Salam.



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Khawarij

Posted by: and-make.com