Alat Peraga Pembelajaran Tegangan Teknik Dasar Otomotif

Pegangan Dasar Teknik Otomotif Page | 67 Materi Pembelajaran Perkakas-Perkakas Ukur KelistrikanElektronik

A. Deskripsi

Pada bab ini akan dibahas tentang alat-alat ukur listrikelektronik yang banyak digunakan pada bengkel otomotif. Organ-radas tersebut diantaranya multimeter, oscilloscope, dwell tester dan lain-tak. Agar proses pembelajaran efektif dan mencapai hasil maksimal maka guru harus membawa alat ukur listrikelektronik aslinya untuk ditujukkan dan diperagakan pemakaian yang benar, tanpa alat tahir maka kompetensi keterampilan tidak mungkin diperoleh.

B. Prasyarat

Untuk dapat mempelajari ki petatar harus sudah menguasai bab sebelumnya.

C. PetunjukPenggunaan

Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal, dalam menggunakan modul ini maka langkah-anju yang terlazim dilaksanakan antara lain : a. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-jabaran materi nan ada pada sendirisendiri kegiatan sparing. Bila ada materi yang kurang jelas, pelajar diklat dapat menanya pada hawa. b. Untuk kegiatan belajar yang terdiri berusul teori dan praktik, perhatikanlah hal-hal berikut ini :

Portal II. Perangkat-Perabot UKUR

KELISTRIKANELEKTRONIK Pekerjaan Pangkal Teknik Otomotif Page | 68 1 Perhatikan petunjuk-wahi keselamatan kerja nan berlaku. 2 Pahami setiap langkah kerja prosedur praktikum dengan baik. 3 Sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi tentukan peralatan dan bulan-bulanan yang diperlukan dengan cermat. 4 Gunakan perangkat sesuai prosedur pemakaian yang benar. 5 Kerjakan mengerjakan kegiatan praktikum yang belum jelas, harus meminta ijin hawa. 6 Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula 7 Jika belum menuntaskan level materi yang diharapkan, ulangi lagi lega kegiatan sparing sebelumnya atau bertanyalah kepada guru.

D. Tujuan Pengunci

1 Murid dapat menjelaskan spesies dan faedah dari masing-masing perlengkapan ukur listrikelektronik 2 Peserta dapat memeragakan pengusahaan alat sesuai prosedur nan ter-hormat 3 Petatar dapat membaca hasil pengukuran dengan tepat 4 Memperhatikan K3 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, dan dolan santun, teliti dan mumbung rasa tanggung jawab. .

E. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

3.6 Mengenali jenis-diversifikasi alat ukur elektrik dan elektronik serta fungsinya 4.6 Memperalat alat-alat ukur setrum dan elektronik sesuai operation manual

F. Cek Kemampuan Awal

Temperatur menunjukkan bilang perlengkapan ukur listrikelektronik bengkel otomotif dan meminta murid menyebutkan nama alat ukur tersebut. Kalau siswa bisa menyebutkan nama alat ukurnya lanjutkan dengan cara menggunakanya alat ukur tersebut. Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Page | 69 Materi Pembelajaran Perkakas Ukur ListrikElektronik

A. Deskripsi

Perabot yang dipergunakan buat mengukur besar voltase listrik, antara tidak: voltmeter, dan osiloskop. Voltmeter berkreasi dengan mandu mengeti peredaran dalam sirkuit ketika dilewatkan melintasi resistor dengan ponten tertentu. Osiloskop berkarya dengan pendirian menggunakan tegangan yang diukur untuk membelokkan elektron di layar monitor, sehingga di layar akan tercipta grafik dari elektron yang telah dibelokkan. Diagram ini setinggi dengan besar tarikan yang diukur.

B. Jabaran Materi

Multimeter Multimeter alias Avometer ialah Alat ukur Setrum yang digunakan bagi menimbang besaran listrik dan terpidana. AVOmeter yaitu akronim bermula Ampere Volt Ohm Meter, jadi namun terdapat 3 suku cadang yang bisa diukur dengan AVOmeter padahal Multimeter , dikatakan multi sebab memiliki banyak besaran nan boleh di ukur, misalnya Ampere, Volt, Ohm, Frekuensi, Konektivitas Rangkaian putus ato bukan, biji kapasitif, dan bukan sebagainya. Terletak 2 dua spesies Multimeter yaitu Analog dan Digital, yang Digital habis mudah pembacaannya disebabkan karena Multimeter digital telah menggunakan skor digital sehingga begitu berbuat pengukuran Listrik, Nilai yang diinginkan dapat langsung terbaca asalkan sesuai atau Moralistis cara pengisian alat ukurnya. Mari mengenal bagian-babak Multimeter atau Avometer agar lebih memudahkan privat memahami garitan selanjutnya: Pegangan Pangkal Teknik Otomotif Page | 70 Gambar 2.1. Multimeter Bagian-Babak Multimeter Saya akan berikan rendah penjelasan mengenai kerangka di atas. Yang perlu bikin di perhatikan adalah : a. Skala Scale berfungsi perumpamaan neraca pembacaan meter. b. Jarum penunjuk meter Knife –Edge Pointer berfungsi seumpama penunjuk besaran yang diukur c. Sekrup penyetel takhta jarum parameter zero adjust screw ,berfungsi bagi mengatur geta penusuk penanda dengan cara memutar sekrupnya ke kanan atau ke kiri dengan menunggangi drei pipih kecil d. Pentol pengatur pencucuk indeks lega kedudukan kosong nihil ohm adjust knob berfungsi untuk mengatur jarum penunjuk pada posisi nol. Caranya; saklar pemilih diputar pada posisi Ώ Ohm ,test lead + merah dihubungkan ke test lead – hitam ,kemudian tombol pengatur geta Ώ kekiri ataupun kanansehingga menunjuk pada geta Ώ Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Page | 71 e. Saklar pemilih Range selector Switch ,berfungsi bagi memilih posisi pengukuran dan batas ukurannya.Multimeter biasanya terdiri berpangkal empat posisi pengukuran, yakni 9 Posisi Ώ ohm berarti multimeter berfungsi umpama ohm meter , yang terdiri berasal tiga batas ukur : x1;x10;danK100 Ώ 9 Posisi ACV volt AC berarti multimeter berfungsi sebagai voltmeter AC yang ter diri bersumber lima had ukur:10;50;250;500;dan 1000 9 Posisi DCV Volt DC berarti multimeter berfungsi sebagi voltmeterDC yang terdiri bersumber lima batas ukur 10;50;250;500;dan1000 9 Posisi DcmA miliapere DC berarti multkmeter berfungsi laksana mili amperemeter DC yang terdiri semenjak tiga batasukur; 0,25;25;dan500Tetapi ke empat batas ukur di atas bakal tipe multimeter yang satu dengan yang tidak batas ukurannya belum karuan sama. 9 Gorong-gorong p versus + VA Halte,berfungsi seumpama tempat masuknya test lead kutub + yang bercat bangkang 9 Korok kutub – Common Setopan berfungsi bak ajang masuknya test lead – yang berwarna hitam 9 Saklar pemilih polaritas Polarity Selektor Switch berfungsi bakal memilih polaritas DC atau AC Boks meter Meter Cover berfungsi sebagai tempat komponen-komponen multimeter Cara Mengerjakan Pengukuran Posisi peranti ukur saat mengukur Voltase Voltage Lega saat mengukur voltase DC, maka Radas ukur harus di pasang paralel terhadap sangkut-paut, yaitu kedua terminal pengukur probe bercat bangkang Jalan hidup Dasar Teknik Otomotif Page | 72 untuk berupa + dan hitam untuk merusak -, seperti pada pada gambar berikut: Kerangka 2.2 . Mengukur Tegangan Listrik Sirkuit Searah DCV Pengukuran Arus Bikin melakukan pengukuran arus yang harus diperhatikan yakni; Harus ada beban, misalnya riil bola bola lampu atau kumparan. Posisi terminal harus seri ialah dalam kondisi berderetan dengan beban, sehingga untuk melakukan pengukuran arus maka rangkaian mesti di buka diputus open circuit dan kemudian menggerutu halte perkakas ukur pada titik yang sudah terputus tersebut. Pemasanngan yang bersusila boleh dilihat pada gambar: Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Page | 73 Gambar 2.3. Memasang Multimeter Panah Pengukuran Hambatan Ohm Nan harus perhatikan ketika pengukuran tersiksa yaitu jangan pernah mengukur nilai tahanan satu komponen saat terhubung dengan sumber. Hal ini akan merusak peranti ukur. Pengukuran kendala dahulu mudah yaitu tinggal mengatur saklar pemilih ke posisi Skala Ohm dan kemudian menyambat terminal ke kedua sebelah komponen Resistor yang akan di ukur. Bentuk 2.4. Memasang Multimeter bikin mengukur terpidana Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Page | 74 Menyukat Voltase Elektrik Volt Voltage Dc Yang perlu di siapkan dan perhatikan: 1. Transendental mengukur mengukur tegangan baterai mobil 12 Volt 2. Atur Sekrup pengatur Penusuk agar penyemat menunjukkan Angka NOL 0, bila menurut beliau angka yang ditunjuk sudah Nol maka tak mesti dilakukan Pengaturan Sekrup. 3. Bagi Kalibrasi perkakas ukur Telah saya selidik diatas pada point 2 mengenai Kenop Pengatur Kosong OHM. Posisikan Saklar Pemilih lega Rasio OHM lega x1 Ω, x10, x100, x1k, maupun x10k lebih jauh tempelkan ujung benang kuningan Terminal merusak hitam dan faktual merah. Nolkan penusuk AVO tepat pada kredit zero sebelah kanan dengan menggunakan Cembul pengatur Nihil Ohm. 4. Sesudah Kalibrasi Atur SAKLAR PEMILIH plong posisi Skala Voltase yang anda ingin ukur, ACV untuk tegangan AC bolak balik dan DCV bikin tegangan DC Searah. 5. Posisikan SKALA PENGUKURAN puas nilai di atas nilai tekanan listrik baterai atau nilai yang minimum besar terlebih sangat. 6. Lega Layar penunjuk jarum terletak skala 0-10, 0-50, dan 0-250. Maka arahkan saklar pengukur ke 50 Volt, dan untuk memudahkan membaca perhatikan skala 0-50 saja. Jadi misalnya, tegangan nan akan di ukur 15 Volt maka: Tekanan listrik Terkirakan = 50 50 x 15 Nilai Tekanan listrik Terperingkatkan = 15 Berikut saya akan berikan Abstrak semoga kita lebih mudah privat memahaminya: Contoh I. Saat mengerjakan pengukuran saklar pemilih pada 50 volt, jarum alat ukur berlambak pada posisi seperti yang tertumbuk pandangan pada rancangan. Pekerjaan Pangkal Teknik Otomotif Page | 75 Bikin membaca hasil, lihatlah DCV nilai 0 – 50, sehingga terlihat penusuk menunjuk biji 20 bertambah 2 strip, artinya skor keseluruhan yaitu 22 volt. Menimbang tegangan listrik volt voltage ac 1. Untuk mengukur Nilai tegangan AC anda hanya perlu memperhatikan Posisi Sakelar Pemilih berada lega skala tegangan AC Tertera ACV pilih angka terbesar dan jika rumpil terbaca turunkan ke nilai nan lebih kecil. 2. Untuk mengaji hasil perhatikan larik skala nan berwarna Merah puas Layar Penunjuk Pencucuk. 3. Selebihnya proporsional dengan berbuat pengukuran Voltase DC di atas. Mengukur Arus Listrik Ampere Dc Pekerjaan Sumber akar Teknik Otomotif Page | 76 Yang mesti di Siapkan dan Perhatikan: 1. Atur Sekrup pengatur Jarum agar jarum menunjukkan Nilai NOL 0 2. Lakukan Kalibrasi perangkat ukur 3. Atur saklar pemilih pada posisi Skala Aliran DCA 4. Pilih skala pengukuran nan diinginkan seperti 50 Mikro, 2.5m , 25m , atau 0.25A. 5. Pasangkan alat ukur SERI terhadap beban sumberkomponen yang akan di ukur. 6. Baca Alat ukur Pembacaan Perlengkapan ukur setara dengan Pembacaan Tegangan DC diatas Mengukur Nilai Tahanan Resistansi Resistor Ohm Yang perlu di Siapkan dan Perhatikan: 1. Atur Sekrup pengatur Jarum agar penusuk menunjukkan Angka NOL 0, bila menurut anda angka yang ditunjuk sudah Zero maka lain perlu dilakukan Pengaturan Sekrup. 2. Untuk Kalibrasi alat ukur Telah saya bahas diatas pada point 2 tentang Tombol Pengatur Nol OHM. Posisikan Saklar Pemilih pada SKALA OHM puas x1 Ω, x10, x100, x1k, atau x10k selanjutnya tempelkan ujung benang kuningan Halte negatif hitam dan berwujud merah. Nolkan jarum AVO tepat pada angka nol sebelah kanan dengan menggunakan Cembul pengatur Nol Ohm. 3. Setelah Kalibrasi Atur SAKLAR PEMILIH puas posisi Skala OHM yang diin ginkan yaitu pada x1 Ω, x10, x100, x1k, atau x10k, Maksud keunggulan x kali perkalian disini adalah setiap nilai yang terukur atau yang terbaca plong alat ukur nntinya akan di Boleh jadi kan dengan biji Skala OHM yang dipilih maka dari itu saklar Pemilih. Tiang penghidupan Dasar Teknik Otomotif Page | 77 4. Pasangkan gawai ukur pada komponen yang akan di Ukur. bangun jangan pasang alat ukur ohm ketika komponen masih bertegangan 5. Baca Alat ukur. Kaidah mengaji OHM METER 1. Cak bagi mengaji nilai Tersiksa yang terhitung pada perabot ukur Ohmmeter sangatlah mudah. 2. Anda sahaja teradat menyerang berapa nilai nan di tunjukkan oleh Pencucuk Penunjuk dan kemudian mengalikan dengan angka perkalian Skala yang di pilih dengan sakelar pemilih. 3. Misalkan Jarum menunjukkan nilai 20 sementara proporsi pengali yang dia memilah-milah sebelumnya dengan sakelar pemilih ialah x100, maka kredit tahanan tersebut yakni 2000 ohm ataupun sama dengan 2 Kohm. Misalkan pada bagan berikut terbaca nilai tahanan suatu Resistor: Kemudian saklar pemilih menunjukkan perkalian skala yakni x 10k maka angka resistansi tahanan resistor tersebut adalah: Ponten yang di tunjuk pencucuk = 26 Skala pengali = 10 k Maka poin resitansinya = 26 x 10 k = 260 k = 260.000 Ohm. MENGUJI KONDENSATOR Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Page | 78 Sebelumnya muatan kondensator didischarge. Dengan jangkah pada OHM, tempelkan penyidik merah lega p versus POS dan hitam pada MIN. Bila jarum menyimpang ke KANAN dan kemudian secara berangsurangsur juga ke KIRI, berarti kondensator baik. Bila jarum enggak bergerak, kondensator putus dan bila jarum itik manila ke kanan dan tidak balik, kemungkinan kondensator bocor. Bakal menguji elco 10 F jangkah puas x10 k alias 1 k , untuk daya produksi sampai 100 F jangkah pada x100 , di atas 1000 F, jangkah x1 dan menguji kondensator non elektrolit jangkah pada x10 k . MENGUJI DIODA. Dengan jangkah OHM x1 k atau x100 penyidik merah ditempel sreg katoda ada tanda elang dan hitam puas anoda, pencucuk harus ke kanan. Panyidik dibalik merupakan merah ke anoda dan hitam ke katoda, jarum harus tidak bergerak. Bila bukan demikian berarti kebolehjadian diode rusak. Kaidah demikian juga bisa digunakan cak bagi memafhumi mana anoda dan mana katoda dari satu diode yang gelangnya terhapus. MENGUJI Incaran DIODA Dengan jangkah VDC, bahan suatu dioda dapat juga diperkirakan dengan circuit pada gambar 10. Bila voltase katodaanoda 0.2 V, maka kebolehjadian dioda germanium, dan bila 0.6 V kemungkinan dioda silicon. MENGUJI TRANSISTOR Transistor ekivalen dengan dua biji pelir dioda yang digabung, sehingga prisip pengujian dioda diterapkan pada pengujian transistor. Bagi transistor jenis NPN, pengujian dengan jangkah pada x100 , penyidik hitam ditempel pada Basis dan merah lega Kolektor, jarum harus meyimpang ke kanan. Bila penyidik abang dipindah ke Emitor, penusuk harus ke kanan kembali. Kemudian penyidik merah pada Basis dan hitam pada Kolektor, jarum harus lain menyimpang dan bila penyidik hitam dipindah ke emitor jarum lagi harus tidak melebar. Seterusnya dengan jangkah plong 1 k , penyidik hitam ditempel sreg kolektor dan merah pada emitor, penusuk harus sedikit berhanyut-hanyut ke kanan dan bila dibalik jarum harus bukan menyimpang. Bila salah satu peristiwa tersebut lain terjadi, maka kemungkinan transistor kemungkus. Pekerjaan Radiks Teknik Otomotif Page | 79 Buat transitor keberagaman PNP, pengujian dilakukan dengan penyidik merah pada Basis dan itam puas Kolektor, jarum harus meyimpang ke kanan. Demikian lagi bila penyidik sirah dipindah ke Emitor, jarum arus menyimpang ke kanan lagi. Selanjutnya analog dengan pangujian NPN. Kita dapat menunggangi cara tersebut cak bagi mengetahui mana Basis, mana Kolektor dan mana Emitor suatu transistor dan juga apakah jenis transistor PNP atau NPN. Beberapa keberagaman multimeter dilengkapi kembali fasilitas pengukur hFE, ialah riuk parameter utama suatu transistor. Dengan circuit seperti pada gambar 13, bisa diperkirakan korban transistor. Pengujian cukup dilakukan antara Basis dan Emitor, bila voltage 0.2 V germanium dan bila 0.6 V maka kemungkinan silicon. MENGUJI FET Penentuan keberagaman FET dilakukan dengan jangkah pada x100 penyidik hitam pada Source an merah pada Gate. Bila jarum berhanyut-hanyut, maka janis FET adalah kanalP dan bila tidak, FET adalah susukan-N. Fasad FET dapat diamati dengan rangkaian puas gambar 14. Jangkah diletakkan pada x1k atau x10k, potensio pada minimum, persabungan harus kecil. Bila potensio diputar ke kanan, pertarungan harus tak ternilai. Bila peristiwa ini tak terjadi, maka kemungkinan FET tembelang. MENGUJI UJT Cara kerja UJT Kakak Junktion Transistor yaitu sama dengan switch, UJT kalau masih boleh on – off berarti masih baik. Jangkah pada 10 VDC dan potensio puas minimum, tegangan harus kecil. Setelah potensio diputar pelan-pelan penusuk naik sampai posisi tertentu dan kalau diputar terus penusuk tetap disitu. Bila jaum diputar alun-alun-alun-alun ke sisi paling lagi, sreg suatu posisi tertentu tibatiba penyemat bergerak ke kiri dan bila fragmen potensio diteruskan sebatas minimum jarum patuh disitu. Bila keadaan tersebut terjadi, maka UJT masih baik. Tiang penghidupan Pangkal Teknik Otomotif Page | 80 MULTIMETER DIGITAL Susuk 2.5 Digital Multimeter 9U7330 Topik ini mencakup kemustajaban-fungsi dasar dan pengoperasian digital mulimeter. Meskipun teknisi service boleh menggunakan analog multimeter dan mengetes lampu, digital multimeter melaksanakan pengukuran-pengukuran yang bertambah rumit pada sistem elektronik nan makin baru. Untuk mempermudah pekerjaan dengan kredit-poin yang lebih besar, digital multimeter menggunakan sistem metrik. Digital multimeter adalah gawai yang sangat akurat dan digunakan untuk mencari nilai yang dulu tepat bakal besaran tegangan, arus atau resistansi. Digital multimeter diberi tenaga oleh baterai alkalin 9 Volt dan dilindungi terhadap kotoran, abu dan embun. Pegangan Dasar Teknik Otomotif Page | 81 Bentuk 2.6. Digital Multimeter Meter n kepunyaan empat bagian terdepan: 1. Liquid-crystal-display 2. Kenop tekan 3. Switch dengan fungsi rotary dial 4. Lead meter input Liquid Crystal Display Bagan 2.7 .Liquid crystal display plong Digital Multimeter Tampilan batu belanda cair LCD pada meter menggunakan segmen-segmen tampilan dan indeks. Referensi digital ditampilkan sreg tampilan 4000-count dengan indikasi bagasi kutub r dan penempatan titik desimal otomatis. Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Page | 82 Ketika meter dihidupkan ON, semua segmen tampilan dan indikator annunciator tampil secara singkat selama pengetesan. Tampilan meng- update empat bisa jadi masing-masing detik, kecuali ketika bacaan frekuensi dilakukan, maka update ialah tiga bisa jadi masing-masing momen. Tampilan analog adalah pointer 32 segmen yang meng-update 40 kali tiap-tiap detik. Segmen-segmen tampilan memiliki pointer yang “bergelung” di seluruh segmen yang menunjukkan adanya perlintasan pengukuran. Tampilan juga menggunakan indikator kerjakan menyingkat berbagai status tampilan display gaya dan fungsi- fungsi meter. Kenop Tekan Gambar 2.8. Tombol tekan puas digital multimeter Tombol pada meter di atas digunakan kerjakan melaksanakan fungsi-fungsi tambahan. Topik ini akan mencengap sahaja cembul kisaran range button. Saat tombol dihidupkan untuk pertama kali dan pengukuran dilakukan, meter secara otomatis melembarkan satu kisaran dan menampilkan kata AUTO di bagian kiri atas. Dengan menekan tombol kisaran maka akan menempatkan meter dalam mode kisaran manual dan menampilkan perbandingan kisaran di bagian kanan pangkal. Setiap barangkali tombol kisaran ditekan, babak berikutnya akan ditampilkan. Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Page | 83 Tekan dan tahan kenop kisaran untuk kembali ke kecenderungan kisaran auto auto range mode. Tombol berwarna kuning dapat digunakan bagi menerangi penggalan belakang tampilan meter. Rotary Switch Gambar 2.9 Rotary Switch Beragam kemujaraban meter dipilih dengan memutar rotary switch pada meter. Saban-saban rotary switch digerakkan berpokok posisi OFF ke penyetelan kurnia, semua segmen dan penunjuk tampilan menyala bagaikan bagian bermula pengetesan otomatis rutin. Dengan menggerakkan meter sesuai dengan arah jarum jam bermula tombol OFF, ketiga posisi purwa pada rotary switch digunakan untuk mengukur voltase sirkulasi bolak kencong AC, tekanan listrik sewaktu DC dan DC millivolt. Posisi atas digunakan untuk mengukur resistansi. Posisi berikutnya akan memungkinkan meter bikin mengusut diode. Dua posisi keladak digunakan lakukan mengukur perputaran AC dan DC privat Amper, mili-Amper dan mikro-Amper. Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Page | 84 Meter Lead Input Lembaga 2.10 Multimeter Input Jack Bergantung pada pengukuran yang akan dilakukan, meter lead harus ditempatkan dalam terminal-terminal yang etis. Perhatikan bagian dalam perhentian-halte input diberi kode warna merah atau hitam. Lead berwujud boleh diarahkan plong input-input merah mana sekali lagi. COM atau terminal publik digunakan lakukan sebagian besar pengukuran. Lead bercat hitam atau merusak akan selalu subur kerumahtanggaan setopan COM. Setopan input mula-mula, sreg putaran paling kidal meter adalah untuk mengukur Amper. Input ini dipasang fuse pada 10 Amper. Posisi berikutnya ke kanan merupakan untuk miliamper atau mikroamper. Enggak lebih bermula 400 miliamper dapat diukur ketika rotary switch makmur intern posisi ini. Apabila bukan yakin mengenai amper suatu rangkaian, mulailah dengan lead berwarna sirah pada meter dalam input jack 10 amper kisaran tertinggi. Terminal input sreg adegan kanan meter adalah bagi mengukur tegangan, perjuangan dan pengetesan diode. Overload Display Indicator Tiang penghidupan Sumber akar Teknik Otomotif Page | 85 Rajah 2.11 Overload Display Saat berbuat pengukuran, tampilan OL akan terlihat. OL menunjukkan bahwa nilai yang madya diukur berada diluar tenggat kisaran nan dipilih. Kondisi-kondisi berikut dapat memfokus plong tampilan khasiat tanggung overload display: ƒ Kerumahtanggaan kisaran auto auto-range, referensi perdurhakaan tinggi menunjukkan nikah terbuka. ƒ Dalam kisaran manual manual range, bacaan pertarungan tinggi menunjukkan susunan membengang maupun skala yang bukan bermartabat dipilih Kerumahtanggaan kisaran manual, bacaan voltase nan melangkaui kisaran dipilih. Input Perhentian dan Batasan-batasan Grafik 7 Fungsi Bacaan Min Referensi Maks Input Maks AC Volt 0.01mV 1000 V 1000 V DC Volt 0.0001V 1000 V 1000 V mVolt 0.01mV 400.0 mV 1000 V Tiang penghidupan Bawah Teknik Otomotif Page | 86 Ohm 0.01 : 40.00 M : 1000 V ACDC Amp 1.0mA 10.0 A 600 V mA PA 0.01mA 400.0 mA 600 V 0.1 P 4000 PA 600 V Tabulasi 7 ogok fungsi-fungsi meter, bacaan tampilan minimum, bacaan tampilan maksimum dan input maksimum untuk Digital Multimeter 9U7330. Mengukur Tegangan ACDC Gambar 6.12. Digital Multimeter Saat menggunakan multimeter untuk melakukan pengukuran voltase, penting untuk diingat bahwa voltmeter harus kerap dihubungkan secara paralel dengan bahara atau rangkaian yang sedang dites. Keakuratan multimeter 9U7330 merupakan sangka-taksir r0.01 privat lima kisaran tekanan listrik ACDC dengan impedansi input kira- kira 10 mv saat dihubungkan secara paralel. Untuk mengukur tegangan, untuk langkah-langkah berikut: Pastikan sangkut-paut intern keadaan menyala ON. Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Page | 87 ƒ Tempatkan lead hitam meter pada COM input port dan lead abang meter pada VoltOHM input port. Tempatkan rotary switch dalam posisi AC atau DC yang diinginkan. ƒ Tempatkan lead hitam meter pada fragmen rendah low atau return side onderdil maupun rangkaian yang menengah diukur ƒ Tempatkan lead abang meter puas bagian bertegangan strata high atau bagian faktual berbunga komponen atau kontak yang sedang diukur. Mengukur Penurunan Tegangan Gambar 2.13. Mengeti penurunan tegangan Perhatikan rangkaian kerumahtanggaan di atas Kabel pengetesan test lead dihubungkan secara paralel pada beban rangkaian circuit load. Dengan sumber daya 12 Volt yang dihubungkan ke beban, meter harus membaca penurunan voltase selaras dengan tekanan listrik sumber ataupun 12 Volt. Apabila meter mendaras penerjunan voltase kurang dari 12 Volt, ini menunjukkan bahwa bantahan yang enggak diinginkan terdapat di dalam rangkaian. Suatu proses yang logis yaitu dengan mengukur penurunan tegangan di switch contact tertutup. Apabila terletak wacana voltase pada Tiang penghidupan Dasar Teknik Otomotif Page | 88 switch ini, maka ini menunjukkan bahwa switch contact mengalami kerusakan, sehingga switch harus diganti. Mengukur Revolusi ACDC Rang 2.14. Digital Multimeter Saat memperalat multimeter bakal melakukan pengukuran arus, meter probe harus dihubungkan secara SERI dengan beban load atau rangkaian yang sedang dites. Untuk mengubah di antara pengukuran arus bolak balik AC dan peredaran sejalan DC, gunakan tombol tekan Dramatis Gambar 109. Detik menyukat aliran, internal shunt resistor puas meter akan menghasilkan tegangan di setopan meter yang disebut “tegangan beban”. Arus yang dihasilkan tegangan kewajiban ini sangat cacat, cuma bisa sahaja mempengaruhi kecermatan pengukuran. Pencahanan Sumber akar Teknik Otomotif Page | 89 Ketika mengukur arus di dalam rangkaian, selalu tiba dengan lead ahmar multimeter di dalam Amp input 10A fused puas meter. Hubungkan lead sirah ke dalam mA PA input semata-mata selepas diketahui arus berada di sumber akar tingkat perputaran maksimum puas input mAPA 400 mA. Meter memiliki “buffer” yang memungkinkannya kerjakan mengeti dengan cepat sirkulasi arus yang bertambah tinggi berbunga 10A. Buffer ini dirancang bakal menangani “lonjakan” arus momen perikatan dihidupkan purwa kelihatannya. Meter ini sebetulnya bisa mengaji aliran sampai 20 Amper bagi jangka masa lain lebih berasal 30 detik. Menimbang Persebaran Lembaga 2.15. Menyukat Arus Arus Karier Dasar Teknik Otomotif Page | 90 Untuk menakar perputaran kerjakan langkah-langkah berikut: ƒ Tempatkan multimeter input lead bercelup hitam di dalam COM port dan input lead merah di dalam A Amp port. ƒ Tempatkan Rotary Switch pada posisi mAA ƒ Bukalah rangkaian nan akan dites, dianjurkan dengan “menarik” fuse, atau dengan “membuka” switch. ƒ Tempatkan lead intern Nur dengan rangkaian, sehingga amper rangkaian mengalir melangkahi meter. ƒ Gunakan power pada wasilah. Mengukur Resistansi Bagan 2.16 Mengukur Resistansi Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Page | 91 Saat menggunakan multimeter lakukan mengukur resistansi Lembaga 111, adalah teradat untuk mematikan daya listrik pada rangkaian dan membuang muatan semua capacitor sebelum menyedang melakukan pengukuran di dalam aliansi. Apabila masih terletak voltase eksternal di seluruh suku cadang yang semenjana dites, maka mustahil untuk mendapatkan pengukuran yang akurat. Digital multimeter mengukur bantahan dengan melewati arus yang sudah diketahui melalui koalisi atau komponen dan mengukur penerjunan tarikan saban. Meter kemudian cak menjumlah secara internal resistansi yang menggunakan rumus Hukum Ohm R = E y I. Penting bikin diingat, pemberontakan yang diperlihatkan makanya meter adalah total resistansi melalui semua peluang jalur di antara dua pengetesan meter meter probe. Agar bisa mengukur sebagian ki akbar rangkaian atau komponen secara akurat, maka perlu mengisolasi rangkaian atau onderdil berpokok jalur-kolek tidak. Selain itu, resistansi berpokok test lead bisa mempengaruhi keakuratan detik meter berada puas kisaran terendahnya 400 Ohm. Kesalahan yang diantisipasi adalah kira-kira 0.1 sebatas 0.2 Ohm lakukan tara test lead patokan. Bikin mengetahui kesalahan yang sesungguhnya, pasanglah test lead bersama dan bacalah kredit yang ditampilkan sreg meter. Gunakan REL mode sreg 9U7330 untuk mengurangi secara kodrati perkelahian lead dari pengukuran nan sesungguhnya. Untuk mengukur balasan secara akurat, ikuti langkah-langkah berikut: Pastikan daya pada rangkaian ataupun komponen dimatikan OFF. ƒ Tempatkan lead merah di privat jack nan berlabel VoltOhm dan lead hitam di dalam jack yang bertanda COM. ƒ Tempatkan rotary selector di dalam posisi Ω. ƒ Tempatkan lead meter MENYILANG lega komponen atau rangkaian nan sedang diukur. Pegangan Dasar Teknik Otomotif Page | 92 Kata Oscilloscope Osiloskop adalah organ ukur besaran elektrik nan dapat memetakan sinyal listrik. Pada umumnya aplikasi, grafik yang ditampilkan memperlihatkan bagaimana sinyal berubah terhadap waktu. Seperti yang boleh anda tatap pada gambar di bawah ini ditunjukkan bahwa sreg sumbu vertikalY merepresentasikan tegangan V, pada sumbu horisontalX menunjukkan besaran musim tepi langit. Layar osiloskop dibagi atas 8 kotak proporsi besar dalam arah vertikal dan 10 peti dalam arah mengufuk. Tiap boks dibuat skala yang lebih kecil. Sejumlah tombol pada osiloskop digunakan buat mengubah nilai skala-skala tersebut. Osiloskop dual trace dapat memperagakan dua biji zakar sinyal serentak pron bila nan sama. Mandu ini biasanya digunakan untuk melihat rangka sinyal plong dua tempat nan farik internal suatu gayutan elektronik. Kadang-kadang sinyal osiloskop juga dinyatakan dengan 3 dimensi. Murang vertikalY merepresentasikan tegangan V dan sumbu horisontalX menunjukkan kuantitas waktu n. Tambahan tunam Z merepresentasikan intensitas tampilan osiloskop. Namun adegan ini rata-rata diabaikan karena tidak dibutuhkan dalam pengukuran. Wujudbangun dari osiloskop mirip-mirip sebuah pesawat televisi dengan beberapa kenop pengatur. kecuali terdapat garis-garisgrid puas layarnya. Tiang penghidupan Dasar Teknik Otomotif Page | 93 Gambar.2.17. Osiloskop analog Para meres otomotif instrumen ini dierlukan misalnya untuk menimbang tegangan sensor, pengapian dan lain-enggak. Osiloskop boleh mengedepankan sinyal-sinyal listrik yang berkaitan dengan waktu, banyak sekali teknologi nan gandeng dengan sinyal-sinyal tersebut. Contoh beberapa kegunaan osiloskop : 1 Menakar besar voltase setrum dan hubungannya terhadap hari. 2 Mengukur kekerapan sinyal yang berosilasi. 3 Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangakaian listrik. 4 Membebaskan persebaran AC dengan arus DC. 5 Melecun noise pada sebuah rangkaian listrik dan hubungannya terhadap hari. Setting Default Oscilloscope Tombol Umum: OnOff : Cak bagi menghidupkanmematikan Oscilloscope Pegangan Radiks Teknik Otomotif Page | 94 Ilumination : Bagi menyalakan lampu meres. Intensity : Untuk mengatur teranggelapnya garis frekuensi Focus : Bikin mengatur ketajaman garis frekuensi Rotation : Bikin mengatur posisi kemiringan persebaran garis kekerapan CAL : Frekuensi Sample yg dpt diukur utk mengkalibrasi Oscilloscope Tombol di Vertikal Block : Position : Cak bagi mengatur mendaki turunnya garis. V. Mode : Untuk mengeset Channel yg dipakai Ch1 : Menggunakan Input Channel1 Ch2 : Menggunakan Input Channel 2 Alt : Alternate menggunakan bergantian Channel1 dan Channel 2 Chop : Menggunakan racikan mulai sejak Channel 1 dan Channel2 Add : Menggunakan enumerasi dari Ch1 dan Ch2 Coupling : Dipilih sesuai input Channel yg digunakan, Source : Sumber pengukuran bisa dari Channel1 maupun Channel2 Slope : Normal digunakan nan +. Gunakan yang – untuk rival gelombang listrik. AC-GND-DC : Pilih AC utk gelombang bolak-balik peak to peak Membeda-bedakan DC utk gelombangtegangan satu bahasa DC Memperbedakan GND utk membebastugaskan gelombang mis:Utk menentukan posisi awal VOLTSDIV : Untuk menentukan neraca vertikal tegangan dlm satu kotakDIV Vertikal. Tombol di Mengufuk Block : Position : Untuk menata posisi horizontal dari garis gelombang. TIMEDIV : Untuk megatur perbandingan kekerapan dlm satu kotakDIV Horizontal. X10 MAG : Kerjakan memperbesar Magnificient frekuensi menjadi 10x lipat. Variable : Bikin mengatur kerapatan gelombang listrik horizontal. Trigger Level : Kerjakan mengatur seharusnya frekuensi tepat terbaca. Kalibrasi Oscilloscope Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Page | 95 Pada umumnya, tiap osiloskop sudah dilengkapi sendang sinyal acuan untuk kalibrasi. Perumpamaan contoh, osiloskop GW tipe tertentu mempunyai acuan gelombang elektronik persegi dengan amplitudo 2V peak to peak dengan kekerapan 1 KHz. Misalkan kanal 1 yang akan dikalibrasi, maka BNC probe dihubungkan ke setopan pemerolehan saluran 1, seperti ditunjukkan pada gambar berikut: Gambar.2.18. Kalibrasi Oscilloscope Rangka di atas menggunakan probe 1X, dengan ujung probe yang biram dihubungkan ke terminal kalibrasi. Capit buaya yang hitam bukan terbiasa dihubungkan ke ground osiloskop karena sudah terhubung secara privat. Pada layar osiloskop akan nampak gelombang persegi. Atur tombol kontrol VOLTSDIV dan TIMEDIV sampai diperoleh gambar yang jelas dengan amplitudo 2 V peak to peak dengan frekuensi 1 KHz., sebagai halnya ditunjukkan pada gambar berikut: Pekerjaan Sumber akar Teknik Otomotif Page | 96 Susuk 2.19. Gelombang persegi pada cucur osiloskop Gunakan tombol otoritas posisi vertikal V-pos bakal memotori seluruh kerangka dalam arah vertikal dan cembul horizontal H-pos lakukan menggagas seluruh gambar intern sisi horizontal. Kaidah ini dilakukan agar letak tulang beragangan mudah dilihat dan dibaca. Gambar 2.20. Mandu Kerja Osiloskop Analog Pada ketika osiloskop dihubungkan dengan sirkulasi, sinyal tegangan bergerak melangkaui probe ke sistem vertical. Plong gambar ditunjukkan diagram blok terlambat suatu osiloskop analog. Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Page | 97 Buram 2.21. Tabulasi blok terlambat suatu osiloskop analog. Bergantung kepada pengaturan neraca vertikalvoltsdiv, attenuator akan memperkecil sinyal perolehan sedangkan amplifier akan memperketat sinyal pemerolehan. Selanjutnya sinyal tersebut akan bergerak melangkahi keping pembelok vertikal dalam CRTCathode Ray Tube. Tekanan listrik yang diberikan pada pelat tersebut akan mengakibatkan bintik cahaya bergerak bebat elektron yang menumbuk fosfor kerumahtanggaan CRT akan menghasilkan pendaran cahaya. Tegangan positif akan menyebabkan titik tersebut naik sedangkan tegangan negatif akan menyebabkan titik tersebut roboh. Sinyal akan bergerak juga ke penggalan sistem trigger kerjakan memulai sapuan horizontal horizontal sweep. Sapuan horizontal ini menyebabkan bintik cahaya mengalir melintasi jib. Jadi, jika sistem horizontal mendapat trigger, titik cahaya melampaui jib dari kiri ke kanan dengan nasihat waktu tertentu. Pada kelancaran tinggi bintik tersebut dapat melintasi cucur setakat 500.000 kali tiap-tiap detik. Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Page | 98 Secara bersamaan kerja sistem penyapu melintang dan pembelok vertikal akan menghasilkan pemetaan sinyal lega layar. Trigger diperlukan untuk memantapkan sinyal berulang. Untuk bonafide bahwa sapuan dimulai lega noktah yang sama bersumber sinyal berulang, hasilnya bisa tertumbuk pandangan pada susuk berikut : Gambar 2.22. Hasil sebelum dan sesudah di triger Puas saat menggunakan osiloskop perlu diperhatikan beberapa situasi misal berikut: 1. Tentukan nisbah sumbu Y tegangan dengan menata posisi tombol VoltDiv pada posisi tertentu. Kalau sinyal masukannya diperkirakan patut besar, gunakan skala VoltDiv yang besar. Jika sulit memperkirakan besarnya tekanan listrik masukan, gunakan attenuator 10 x peredam sinyal pada probe atau skala VoltDiv dipasang pada posisi paling ki akbar. 2. Tentukan nisbah TimeDiv cak bagi mengatak tampilan frekuensi sinyal masukan. 3. Gunakan tombol Trigger atau hold-off bagi memperoleh sinyal mantan yang stabil. 4. Gunakan tombol pengatur fokus jika gambarnya kurang fokus. 5. Gunakan tombol pengatur intensitas jika gambarnya sangatkurang terang. Panel Lagam Perhatikan bagian depan. Episode ini dibagi atas 3 episode sekali lagi yang diberi nama Vertical, Horizontal, and Trigger. Osilosokop kembali mungkin memiliki bagian- bagian komplemen lainnya tergantung puas lengkap dan spesies osiloskop analog alias digital. Pekerjaan Pangkal Teknik Otomotif Page | 99 Episode input i adalah gelanggang menjaringkan input. Lazimnya osiloskop paling kecil invalid mempunyai 2 input dan masing-masing input dapat mengemukakan tampilan gelombang elektronik di monitor peraga. Pemanfaatan secara bersamaan digunakan bakal pamrih membandingkan. Tampilan Depan Panel Kontrol Pelajari kegunaan cembul-tombol berikut ini: 1. Tombol kontrol VoltsDiv dengan pengatur tambahan untuk kalibrasi 2. Tombol TimeDiv dengan pengatur lampiran bikin kalibrasi 3. Pastikan lokasi halte kerjakan sinyal kalibrasi. 4. Tombol Trigger atau Hold Off 5. Tombol pengatur intensitas dan pengatur titik api. 6. Pengatur posisi gambar jihat vertikal V pos. dan arah horizontal H pos. 7. Jika memperalat osiloskop “Dual Trace”, ada selektor sungai buatan 1, 2, atau dual. 8. Pastikan lokasi perhentian masukan kanal 1 dan parit 2. Ini semua yakni penjelasan publik dalam ancang osiloskop. Jika anda belum yakin bagaimana melakukan ini semua, kembali tatap manual yang tersertakan ketika membeli osiloskop. Bagian pengaruh menggambarkan kontrol-kontrol secara detil. Tampilan Depan Panel Kontrol Pelajari kegunaan tombol-tombol berikut ini: 1. Tombol otoritas VoltsDiv dengan pengatur pelengkap bakal kalibrasi 2. Tombol TimeDiv dengan pengatur tambahan cak bagi kalibrasi 3. Pastikan lokasi terminal untuk sinyal kalibrasi. 4. Tombol Trigger atau Hold Off 5. Pentol pengatur intensitas dan pengatur titik api. 6. Pengatur posisi susuk sebelah vertikal V pos. dan arah mendatar H pos. 7. Jika menggunakan osiloskop “Dual Trace”, ada selektor kanal 1, 2, atau dual. 8. Pastikan lokasi perhentian masukan sungai buatan 1 dan kanal 2. Ini semua adalah penjelasan umum dalam ancang osiloskop. Jika sira belum yakin bagaimana mengamalkan ini semua, kembali lihat manual yang tersertakan Jalan hidup Radiks Teknik Otomotif Page | 100 ketika membeli osiloskop. Bagian kontrol menggambarkan kontrol-yuridiksi secara detil. Supremsi Melintang Kerangka 2.23. Tombol Kontrol Horizontal Tombol Posisi Tombol posisi horizontal menggerakkan rang gelombang berpunca arah kidal ke kanan maupun sebaliknya sesuai keinginan kita pada layar. Tombol Time Div time base control Tombol pengaturan Timediv memungkinkan untuk mengatur skala horizontal. Sebagai contoh, jika skala dipilih 1 ms, penting tiap kotakdivisi menunjukkan 1 ms dan jumlah cucur menunjukkan 10 ms10 kotak horisontal. Jika satu gelombang terdiri dari 10 kotak, berarti periodanya yakni 10 ms atau kekerapan gelombang tersebut adalah 100 Hz. Mengubah Timediv membentuk kita bisa mengintai pause sinyal lebih besar maupun kian boncel dari semula, puas cucur osiloskop, gambar gelombang elektronik akan ditampilkan lebih rapat atau renggang. Seringkali skala TimeDiv dilengkapi dengan kenop variabel fine control untuk mengatur skala horsiontal.. Cembul ini digunakan untuk melakukan kalibrasi waktu. Pekerjaan Asal Teknik Otomotif Page | 101 Pengendali Vertikal[ Pengendali ini digunakan bikin merubah posisi dan skala gelombang secara vertikal. Osiloskop memiliki juga pengendali bikin mengatak masukan coupling dan kondisi sinyal lainnya. \ Rancangan 2.24. Tombol Supremsi Vertikal Kontrol Vertikal Tombol Posisi Tombol posisi vertikal digunakan kerjakan menggerakkan gambar gelombang pada jib ke arah atas atau ke sumber akar. Tombol Volts Div Cembul Volts div menagtur perbandingan tampilan puas arah vertikal. Pemilihan posisi. Misalkan tombol VoltsDiv diputar plong posisi 5 VoltDiv, dan jib monitor terbagi atas 8 kotak divisi jihat vertikal. Berarti, masing-masing divisi kotak akan mencitrakan ukuran tegangan 5 volt dan seluruh layar dapat menampilkan 40 volt dari dasar sampai atas. Sekiranya tombol tersebut berada pada posisi 0.5 VoltsdDiv, maka cucur dapat menampilkan 4 volt dari asal sampai atas, dan seterusnya. Tekanan listrik maksimum yang dapat ditampilkan plong layar Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Page | 102 adalah kredit skala nan ditunjukkan pada tombol VoltsDiv dikali dengan jumlah kotak vertikal. Jika probe yg digunakan menggunakan faktor pelemahan 10x, maka tekanan listrik yang terbaca harus dikalikan 10. Ada kalanya skala VoltsDiv dilengkapi dengan tombol luwes stabilitas variable gain atau fine gain control. Pentol ini digunakan untuk melakukan kalibrasi tegangan. Masukan Coupling Coupling merupakan metoda yang digunakan untuk mengikat sinyal elektrik berusul suatu sirkuit ke sirkuit nan lain. Pada kasus ini, pemerolehan coupling merupakan penghubung berpunca sirkuit nan menengah di tes dengan osiloskop. Coupling dapat ditentukandiset ke DC, AC, atau ground. Coupling AC menghalangi sinyal komponen DC sehingga terlihat bentuk gelombang tergabung puas 0 volts. Gambar di bawah mengilustrasikan perbedaan ini. Coupling AC berguna ketika seluruh sinyal persebaran bolak miring dan searah terlalu besar sehingga gambarnya bukan dapat ditampilkan secara acuan. Gambar 2.25. Masukan coupling AC dan DC Setting ground membelakangkan hubungan sinyal akuisisi dari sistem vertikal, sehingga 0 volts terlihat sreg layar. Dengan perolehan coupling tang di-ground centung dan auto trigger mode mode picu otomatis, terlihat garis horisontal puas layar yang menayangkan 0 volts. Transisi dari DC ke ground dan kemudian putar juga berguna untuk pengukuran tingkat sinyal tegangan. Penapis Kekerapan Pekerjaan Pangkal Teknik Otomotif Page | 103 Kebanyakan osiloskop dilengkapi dengan persaudaraan pengayak kekerapan. Dengan membatasi frekuensi sinyal yang bisa masuk memungkinkan kerjakan mengurangi noisegangguan yang kadang kala muncul pada tampilan gelombang, sehingga didapat tampilan sinyal nan lebih baik. Pembalik Polaritas Kebanyakan osiloskop dilengkapi dengan pembalik polaritas sinyal, sehingga tampilan kerangka berubah fasanya 180 derajad. Alternate and Chop Display Pada osiloskop analog, sebagai dua terusan, terserah dua cara bagi menampilkan sinyal gelombang elektronik secara bersamaan. Gaya bolak-mengot alternate menggambar setiap kanal secara bergantian. Gaya ini digunakan dengan kecepatan sinyal dari medium hingga dengan kederasan panjang, ketika nisbah timesdiv di set plong 0.5 ms atau lebih cepat. Mode chop menulis bagian-bagian kecil pada setiap sinyal detik terjadi pergantian kanal. Karena pergantian kanal terlalu cepat untuk diperhatikan, sehingga bentuk gelombang listrik terpandang per-sisten. Untuk tendensi ini kebanyakan digunakan dengan sinyal lambat dengan kederasan sweep 1ms per bagian atau terbatas. Gambar 6.26 menunjukkan perbedaan antara 2 tendensi tersebut. Seringkali berguna kerjakan menyibuk sinyal dengan ke dua cara, Untuk meyakinkan didapat pandangan terbaik, cobalah kedua cara tersebut Gambar 2.26.Mode gabungan Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Page | 104 Pengukuran Fase Episode ahli nujum horizontal punya tendensi XY sehingga kita dapat menampilkan sinyal input dibandingkan dengan dasar waktu pada api-api melintang. Plong beberapa osiloskop digital digunakan tendensi setting tampilan. Fase gelombang yakni lamanya waktu yang dilalui, dimulai terbit satu loop hingga mulanya dari loop berikutnya. Diukur intern derajat. Phase shift menjelaskan perbedaan kerumahtanggaan waktu antara dua atau lebih sinyal periodik yang identik. Salah satu cara mengukur beda fasa yaitu menunggangi mode XY. Merupakan dengan memplot suatu sinyal pada penggalan vertikalsumbu Y dan sinyal lain pada sumbu horizontalsumbu X. Metoda ini akan bekerja efektif jika kedua sinyal nan digunakan ialah sinyal sinusiodal. Bentuk gelombang yang dihasilkan adalah berupa bagan nan disebut pola Lissajousdiambil terbit nama seorang fisikawan dasar Perancis Jules Antoine Lissajous dan diucapkan Li-Sa-Zu. Dengan mengawasi lembaga contoh Lissajous kita dapat menentukan tikai fasa antara dua sinyal. Juga dapat ditentukan perbandinga kekerapan. Gambar di sumber akar ini memperlihatkan bilang paradigma Lissajous denagn perbandingan frekuensi dan beda fasa yang berbeda-tikai. Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Page | 105 Tulangtulangan 2.27.Pola Lissajous Bagian ini sudah menjelaskan dasar-dasar teknik pengukuran. Pengukuran lainnya membutuhkan setting up osiloskop bikin mengukur onderdil listrik pada tahapan lebih tekun,menyibuk noise pada sinyal, membaca sinyal transien, dan masih banyak lagi permintaan lainnya. Teknik pengukuran yang akan kita gunakan mengelepai jenis aplikasinya, hanya kita mutakadim mempelajari cukup banyak untuk seorang pemula. Praktek menggunakan osiloskop dan bacalah lebih banyak mengenai hal ini. Dengan perlu maka operasionalisasi dan pengukuran akan menjadi makin mudah.

9. Pengukuran Periode dan Frekuensi

Ambil waktu pengukuran dengan menggunakan skala melintang sreg osiloskop. Pengukuran hari menghampari perioda, sintal pulsapulse width, dan musim semenjak pulsa. Frekuensi adalah bentuk resiprok berpunca perioda, makara dengan mengukur perioda frekuensi akan diketahui, yatu satu per perioda. Sama dengan plong pengukuran tegangan, pengukuran periode akan lebih akurat saat meng-adjust jatah makan sinyal yang akan diukur buat menguasai besarnya kawasan pada layar. Rebut pengukuran waktu sepanjang garis horizontal pada tengah-perdua jib, atur timediv cak bagi memperoleh pengukuran yang lebih akurat. Lihat gambar berikut . Jalan hidup Pangkal Teknik Otomotif Page | 106 Gambar 2.28.Pengukuran waktu dilakukan pada sengkang perbandingan horizontal Pengukuran Tahun Pada Skala Tengah Mendatar dan arketipe kartun penggunaan dominasi waktu\ Sreg banyak aplikasi, informasi mendetil tentang pulsa sangatlah penting. Pulsa bisa mengalami distorsi dan menyebabkan rangkaian digital menjadi malfungsi, dan pewaktuan vibrasi pada jalannya seringkali signifikan. Pengukuran kalimantang pulsa adalah akan halnya pulse width dan pulse rise time. Rise time adalah waktu nan diperlukan renyut saat mengalir berpangkal tegangan low ke high. Dengan aturan pengukuran rise time ini diukur dari 10 hingga 90 dari tegangan penuh pulsa. Kejadian ini mengeliminasi ketidakteraturan pada sudut transisi pulsa. Kejadian ini lagi menguraikan kenapa pada lazimnya osiloskop memiliki 10 sebatas 90 penandaan plong layarnya. Lebar vibrasi adalah lamanya waktu yang diperlukan ketika bergerak berpunca low ke high dan kembali ke low lagi. Dengan kebiasaan lebar pulsa terperingkatkan adalah 50 tarikan mumbung. Kerjakan makin jelas dia lihat susuk berikut : Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Page | 107 Gambar 2.29. Titik Pengukuran Waktu dan Pulsa Pengukuran renyut seringkali memerlukan penalaan yang baik yaitu trigerring. Lakukan lebih meguasai pengukuran pulsa, engkau harus mempelajari bagaimana menggunakan trigger hold off untuk mengeset osiloskop digital intuk menganyam pretrigger data, sebagaimana nan telah dijelaskan sebelumnya pada sesi pembahasan supremsi.

10. Sendang Sinyal

Makna publik dari sebuah model nan berulang terhadap waktu disebut gelombang, tertera didalamnya gelombang listrik suara miring, otak atau listrik. Satu siklus berpokok sebuah gelombang ialah bagian terbit gelombang yang berulang. Sebuah bentuk gelombang waveform merupakan representasi grafik dari sebuah gelombang. Tulang beragangan gelombang tegangan menunjukkan waktu pada sumbu horizontal dan amplitudo tegangan sreg upet vertikal. Sebuah susuk gelombang bisa menunjukkan plural peristiwa akan halnya sebuah sinyal. Menaiki-turunnya gelombang listrik menunjukkan perubahan tegangan. Sebuah garis yang melelapkan menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan pada paser periode tersebut. Garis diagonal menunjukkan peralihan linear – meningkat atau menurunnya voltase dengan lampias kukuh. Sudut nan tajam menunjukkan perubahan seketika. Pekerjaan Pangkal Teknik Otomotif Page | 108 Mata air gelombang listrik sinyal listrik dapat berasal dari berbagai macam, begitu juga: berusul signal generator pembangkit sinyal, pura elektrik, rangkaian elektronik, dll. Beberapa di antaranya di tunjukkan pada tulang beragangan Gambar 2.30. Komplet sumber gelombang listrik listrik

11. Probe

Kini beliau siap menghubungkan probe ke osiloskop. Probe adalah telegram penghubung yang ujungnya diberi penjepit, dengan penghantar kerkualitas, dapat meredam sinyal-sinyal bujukan, seperti sinyal radio atau noise yang kuat. Probe didesain buat tidak mempengaruhi rangkain nan diukur. Hambatan keluaran dari osiloskop siapa cuma memberati rangkaian yang akan diukur. Bagi meminimumkan pengaturan pembebanan, anda barangkali perlu menunggangi probe peredam pasif 10 X Osiloskop kamu mungkin dilengkapi dengan probe pasif sebagai standar apendiks. Probe pasif berharga sebagai perlengkapan untuk tujuan pengujian tertentu dan Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Page | 109 troubleshooting. Kerjakan pengukuran atau pengujian yang spesifik, beberap probe yang bukan mungkin diperlukan. Misalnya probe aktif dan probe arus. Penjelasan selanjutnya, akan lebih menekankan pada pemakaian probe pasif karena tipe probe ini n kepunyaan fleksibiltas intern penggunaannya. Menggunakan Probe Pasif Kebanyakan probe pasif mempunyai beberapa faktor derajat peredaman, sama dengan 10 X, 100 X dll. Menurut kesepakatan, catatan 10 X berarti faktor redamannya 10 siapa. Amplitudo tegangan sinyal yang masuk akan diredam 10 mana tahu, Besarnya tegangan yang terukur oleh osiloskop harus dikalikan 10. Bedakan dengan tulisan X 10, bermanfaat faktor penguatannya 10 kelihatannya. Amplitudo tarikan sinyal yang turut akan diperbesar 10 bisa jadi. Besarnya tegangan yang terevaluasi maka dari itu osiloskop harus dibagi 10. Probe peredaman 10 X meminimumkan pembebanan pada rangkaian dan ini merupakan tujuan terdepan daripada probe pasif. Pembebanan pada rangkaian lebih terlihat lega kekerapan janjang, maka pastikan lakukan menggunakan probe ini ketika pengukuran di atas 5 KHz. Probe peredaman 10X meningkatkan keakuratan pengukuran, namun di lain pihak mengurangi amplitudo sinyal sebesar faktor 10. Karena meredam sinyal, probe peredaman 10 X membuat masalah ketika menampilkan sinyal dibawah 10 milivolt. Probe 1X berarti tidak ada peredaman sinyalGunakan probe peredaman 10 X seumpama probe standar ia, sekadar tetap menggunakan probe 1X untuk pengukuran sinyal-sinyal yang rengsa. Bilang probe mempunyai bagian khusus yang boleh menukar-silih antara probe 1x dan probe 10 X. Sekiranya probe anda n kepunyaan bagian ini, pastikan dia berbuat seting yang benar sebelum pengukuran. Gambar berikut memperlihatkan diagram terlambat sreg bagian kerja internal dari probe. Hambatan masukan osiloskop 1 MOhm diseri dengan hambatan 9 Mohm, sehingga tegangan masukan sreg terminal osiloskop menjadi 110 mungkin tekanan listrik yang diukur. Pencahanan Dasar Teknik Otomotif Page | 110 Gambar 2.31. Tabulasi bagian kerja internal bersumber probe Probe 10 X dan osiloskop membentuk rangkaian pembagi tarikan. Sedangkan di radiks ini ditunjukkan probe dengan tipikal pasif dan sejumlah aksesoris nan digunakan bersama probe. Gambar 2.32. Probe pasif dan asesoris. Dimana Memasangkan Pencapit Ground Suka-suka dua terminal penghubung sreg probe, yaitu ujung probe dan kabel ground yang biasanya dipasangi capit bingkatak. Pada prakteknya capit buaya tersebut dihubungkan dengan bagian ground sreg persaudaraan, seperti chasis besi, dan sentuhkan ujung probe pada titik yang dites puas pernah. Dwell Pengevaluasi Pencahanan Sumber akar Teknik Otomotif Page | 111 Ki perspektif dwell adalah sudut nan terbentuk dari titik pertama pada saat koneksi pemutus mulai menutup sampai dengan titik sreg ketika kontak pemutus berangkat termengung. Dwell pengetes digunakan lakukan mengukur besarnya tesmak dwell sebaiknya penyetelan sesuai spesifikasi industri. Beberapa dwell tester dilengkapi dengan RPM meter dan volt meter . Gambar 2.33. Dwell Tester Gambar 2.34. Abstrak pendirian mengukur sudut dwell Timing Light Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Page | 112 Timing light merupakan alat nan digunakan untuk memeriksa dan menyetel saat pengapian sesuai dengan kacamata putar poros engkol dimana secara langsung berhubungan dengan posisi piston. Serupa itu saat pengapian disetel, selanjutnya akan dikendalikan oleh system pengatur pegapian teknisi, vacuum atau elektronik. Timing light yang digunakan bersamaan dengan meter pengatur pengapian memastikan system pemajuan pengapian berkarya sesuai dengan spesifikasi pabrik. Buram 2.35. Timing Light Penggunaan timing light sangat mudah, yaitu kabel bangkang dihubungkan ke plus + baterai dan kabel hitam ke minus – baterai, sedangkan inductive pick-up menjepit kabel belukut nomer satu. Triger berfungsi untuk mengaktifkan timing light. Jalan hidup Dasar Teknik Otomotif Page | 113 Rangkuman Multimeter atau Avometer merupakan Alat ukur Listrik yang digunakan lakukan mengukur besaran setrum dan terhukum. AVOmeter adalah akronim dari Ampere Volt Ohm Meter, jadi hanya terletak 3 komponen yang bisa diukur dengan AVOmeter sedangkan Multimeter , dikatakan multi sebab n kepunyaan banyak jumlah yang bisa di ukur, misalnya Ampere, Volt, Ohm, Frekuensi, Konektivitas Rangkaian putus ato tidak, angka kapasitif, dan bukan sebagainya. Puas momen mengukur voltase DC, maka Alat ukur harus di pasang paralel terhadap rangkaian, sedangkan pengukuran arus DC posisi terminal harus seri yaitu dalam kondisi berderetan dengan beban, sehingga lakukan mengerjakan pengukuran arus maka sangkutan harus membengang. Digital multimeter merupakan instrumen nan suntuk akurat dan digunakan kerjakan berburu nilai yang habis tepat buat kuantitas tegangan, arus alias resistansi. Saat melakukan pengukuran, tampilan OL akan terpandang. OL menunjukkan bahwa nilai yang madya diukur bernas diluar sempadan kisaran yang dipilih. Kondisi-kondisi berikut dapat mengarah lega tampilan kelebihan beban overload display. Para permukaan otomotif osiloskop dierlukan misalnya untuk tegangan sensor, sinyal pengapian dan lain-lain. Osiloskop dapat menampilkan sinyal- sinyal elektrik yang berkaitan dengan periode, banyak sekali teknologi yang berhubungan dengan sinyal-sinyal tersebut. Sempurna sejumlah kegunaan osiloskop : 1 Mengukur lautan tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu. 2 Menakar frekuensi sinyal yang berosilasi. 3 Mencelakakan jalannya suatu sinyal pada sebuah rangakaian listrik. 4 Mengeluarkan arus AC dengan sirkulasi DC. 5 Mengecek noise pada sebuah rangkaian listrik dan hubungannya terhadap periode. Jalan hidup Dasar Teknik Otomotif Page | 114 Dwell tester digunakan cak bagi mengukur besarnya kacamata dwell kiranya penyetelan sesuai spesifikasi pabrik. Beberapa dwell tester dilengkapi dengan RPM meter dan volt meter Timing light merupakan alat nan digunakan bakal menyelidiki dan menyetel saat pengapian sesuai dengan sudut serong poros engkol dimana secara spontan berhubungan dengan posisi piston.

C. Tugas

Buatlah kelompok nan terdiri semenjak maksimal 5 bani adam dengan tugas umpama berikut; a Ukurlah besarnya terhukum bola lampu otomobil buat lampu kepala, tanda belok, lampu daerah tingkat dan bohlam rem. b Ukurlah tegangan tiap-tiap sel aki, dan tegangan keseluruhan lampu senter. c Ukurlah besarnya arus yang mengalir bada sebuah bola lampu. Pencahanan Dasar Teknik Otomotif Page | 115

D. Tes Formatif

1. Berapa ohm nilainya, jikalau selektornya pada posisi X 10k Ω Skor tahanan = …………………………… 2. Berapa ohm nilainya, takdirnya selektornya pada posisi X 100 kΩ 3. Berapa volt nilainya ini jika selektornya lega posisi DC Volt 50? Tiang penghidupan Sumber akar Teknik Otomotif Page | 116 4. Berapa besar ponten arus DC sreg tulangtulangan di dasar, jika range selector pada 20 Ampere 5. Jelaskan kepentingan berusul vertical control pada gambar dibawah. Karier Dasar Teknik Otomotif Page | 117 6. Jelaskan perbedaan fungsi vertical control dan horizontal control. 7. Jelaskan kegunaan dwell tester dan prinsip menggunakanya. Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Page | 118

I. Penerapan

A. Attitude skills

Bacalah dan pahamilah aturan intern bengkel sebelum anda memasuki maupun berbuat aktivitas dalam bengkel. Jangan menggunakan peralatan bengkel sebelum anda mengarifi mandu menggunakanya. Dilarang gentur mencadai n domestik bengkel.

B. Kognitif skills

Dengan menunjukkan gambaratau benda aslinya siswa dapat menyebutkan nama peralatan tersebut, dan dapat menjelaskan fungsinya.

C. Psikomotorik skills

Siswa mampu memeragakan atau mengaplikasikan perabot ukur listrielektronik sesuai jenis dan fungsinya.

D. Produkbenda kerja sesuai kriteria standard

Temperatur menyiapkan aneh-aneh alat ukur listrikelektronik, benda benda yang akan diukur disesuaikan dengan kecukupan peralatannya dan urut-urutan fisik siswa. Pegangan Dasar Teknik Otomotif Page | 119 Materi Pembelajaran Satuan, Diversifikasi dan Penggunaan Perabot Ukur Pneumatik

A. Deskripsi

Pada pintu ini akan dibahas tentang 3 materi yang dijadikan satu pembelajaran yaitu rincih, jenis organ ukur dan pengusahaan alat ukur dibahas sreg satu penelaahan namun dapat diselesaikan dalam beberpa perjumpaan tergantung mulai sejak fasilitas dan permukaan belakang siswa Penjelasan dalam buku ini merupakan penjelasan singkat, tentang eceran metric dan runcitruncit britis, tipe-tipe alat ukur dan cara pembacaanya dan penggunaannya. Dalam proses pembelajaran guruharus mengapalkan alat ukur aslinya bagi ditujukkan dan diperagakan penggunaan yang etis.

B. Prasyarat

Lakukan bisa mempelajari bab ini tidak dibutuhkan keharusan.

C. PetunjukPenggunaan

Untuk memperoleh hasil berlatih secara maksimal, dalam menggunakan modul ini maka langkah-persiapan yang teradat dilaksanakan antara enggak : 1. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi nan ada pada masing-masing kegiatan belajar. Bila terserah materi yang abnormal jelas, peserta diklat dapat menyoal pada guru.

Gapura III. ALAT UKUR PNEUMATIK

Source: https://text-id.123dok.com/document/wye99gveq-alat-alat-ukur-kelas-10-smk-pekerjaan-dasar-teknik-otomotif-2.html

Posted by: and-make.com