Alasan Sekolah Dasar Diterapkan Pembelajaran Integratif


Oke, berhubung saya udah kuliah, Jadi adakalanya pengin dong ngeshare tugas-tugas yang kurang menguras lever. Kali ini saya bikin makalah akan halnya KURIKULUM 2013. Maklum calon master teko harus belajar mengenai kurikulum dan sebagainya -_-. Oke, sepatutnya bermanfaat 🙂


MAKALAH PENGANTAR Pedagogi


IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN


TEMATIK INTEGRATIF KURIKULUM 2013


Disusun oleh:


Nama                   : Tyari Puspaningrum


NIM           : 1401413589


Rombel      : 1D


Perguruan tinggi Kewedanan SEMARANG


PGSD UPP TEGAL Musim AJARAN 2013




BAB I


PENDAHULUAN

Di tahun 2013 ini, pemerintah sudah mencanangkan kurikulum 2013 yang momen ini sudah mulai diaplikasikan. Pada kurikulum 2013 terdapat beberapa perbedaan yang signifikan bermula kurikulum sebelumnya. Pelecok satunya adalah dimunculkannya  Pembelajaran Tematik. Pembelajaran Tematik adalah

pembelajaran nan menggunakan tema untuk mengaitkan bilang mata latihan sehingga dapat  memberikan pengalaman bermakna kepada siswa.


Tema berperan ibarat pemersatu kegiatan pendedahan nan memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus dengan membuat/mengangkat sebuah tema nan dapat menengahi penanda dari alat penglihatan pelajaran : Agama, Bahasa Indonesia, IPS  PKn, IPA, Seni Budaya, dan

Pen
didikn Bodi

O
lahraga dan Kesehatan.


Peristiwa ini khususnya ditujukan bagi siswa Sekolah Dasar tingkat rendah, dengan melihat  bahwa pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami persaudaraan antara konsep secara tersisa. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman nan dialami secara serentak.

Kurikulum 2013 berlainan bersumber kurikulum-kurikulum sebelumnya. Dengan model pendekatan tematik ini, peruasan petatar SD bukan lagi dibuat berlandaskan mata pelajaran, namun berdasarkan tema yang yakni rangkaian berbunga sejumlah ain pelajaran yang relevan dengan kompetensi di SD. Situasi ini bagaikan upaya debirokratisasi, dalam wujud tematik-integratif nan berujud mencetak generasi nan siap dalam menghadapi masa depan. Siswa diharapkan mampu mengembangkan nalar disbanding hafalan, dan menjadi khalayak mandiri yang lain hanya dijejali “fatwa” guru di kelas. Dalam Kurikulum 2013 ini, siswa diarahkan untuk mampu mengeksplor dirinya sendiri menuju sisi jalan.

Dengan demikian dalam rangka implementasi Standar Isi nan tersurat privat Patokan Nasional Pendidikan, maka pembelajaran plong kelas mulanya sekolah sumber akar yaitu inferior satu, dua, dan tiga lebih sesuai jika dikelola n domestik pendedahan terpadu melalui pendekatan pembelajaran tematik.


Rumusan Ki kesulitan

a.

Apa yang dimaksud dengan Pembelajaran Tematik?

b.

Bagaimana karakteristik pembelajaran tematik ?

c.

Apa namun keunggulan dan kelemahan pembelajaran tematik ?

d.

Apa maksud dari penelaahan tematik?

e.

Barang apa kemujaraban dari pembelajaran tematik?

f.

Bagaimana peran guru dalam pendedahan tematik?

Tentang tujuan penulisan makalah ini yakni supaya pembaca boleh mengetahui :

a.

Konotasi dan konsep pengajian pengkajian tematik ;

b.

Karakteristik pengajian pengkajian tematik ;

c.

Keunggulan dan kelemahan penerimaan tematik ;

d.

Tujuan penerimaan tematik ;

e.

Kepentingan pembelajaran tematik terpadu ;

f.

Peranan guru dalam pembelajaran tematik.


BAB II


PEMBAHASAN


A.



Pengertian dan Konsep Penerimaan Tematik

Penerimaan Tematik adalah

pembelajaran yang menunggangi tema kerjakan mengaitkan beberapa ain pelajaran sehingga dapat  mengasihkan asam garam bermakna kepada siswa. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan pelajar n domestik proses berlatih secara aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terasuh bagi dapat menemukan seorang bermacam ragam pengetahuan yang dipelajarinya. Melalui pengalaman spontan, siswa akan memahami konsep-konsep nan mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep tidak yang telah dipahaminya.

Pembelajaran tematik menerimakan peluang kepada momongan untuk meluaskan tiga antap sasaran pendidikan secara bersamaan, yang meliputi: (1) meyakinkan, teliti, tekun, termengung terhadap gagasan ilmiah, (2) keterampilan memperoleh, melembarkan, memanfaatkan siaran, menggunakan alat termaktub keterampilan sosial seperti bekerjasama dan kepemimpinan, (3) memiliki wawasan eksemplar sama dengan gagasan abstrak tentang lingkungan dan umbul-umbul sekitar.

Konsep pembelajaran tematik merupakan pengembangan pemikiran berpunca dua motor pendidikan ialah Jacob (1989) dengan konsep pengajian pengkajian interdisipliner dan Fogarty (1991) dengan konsep pembelajaran terpadu. Pembelajaran tematik bukan bisa diterapkan pada semua tinggi papan bawah serta seluruh bidang eksplorasi, ada batasan-batasan tersendiri atau ruang lingkup uyang menjadi korban pembelajaran tematik. Adapun ruang lingkup tersebut yaitu sebagai berikut: plong tingkatan inferior tematik diberikan lega kelas bawah I – III Sekolah Bawah, dan lega bidang studi Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Informasi Liwa, Guna-guna Amanat Sosial, Pendidikan Kebangsaan, Kerajinan Tangan dan Kesenian, serta Pendidikan Awak.


B.



Karakteristik Pembelajaran Tematik

Pembelajaan tematik yakni pembelajaran yang menggunakan tema untuk mengaitkan bilang isi mata tutorial dengan pengalaman nyawa sehari-musim sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa.
Menurut Depdiknas (2006) pengajian pengkajian tematik di papan bawah semula sebagai suatu model penelaahan di sekolah bawah
. P
embelajaran tematik memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut:

1.

Berfokus pada siswa

Pembelajaran tematik berpusat pada peserta (student centered)
.


H
al ini sesuai dengan pendekatan sparing modern yang lebih banyak menaruh siswa sebagai sub
y
ek sparing sedangkan guru lebih banyak berlaku ibarat fasilitator yaitu menerimakan akomodasi-fasilitas kepada siswa cak bagi melakukan aktivitas belajar.


2.

Memberikan pengalaman berbarengan

Pembelajaran tematik dapat menerimakan pengalaman bersama-sama kepada siswa (direct experiences). Dengan pengalaman langsung ini, pesuluh dihadapkan pada sesuatu nan riil (konkrit) sebagai bawah untuk memaklumi hal-hal yang lebih ideal.

3.

Separasi netra kursus tidak serupa itu jelas

Privat pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak sejenis itu jelas. Fokus  pendedahan diarahkan kepada pembahasan tema-tema nan minimal intim berkaitan dengan jiwa siswa.

4.

Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran


Pembelajaran tematik menyervis konsep-konsep dari bermacam rupa mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran.

Dengan demikian, siswa bernas memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Hal ini diperlukan untuk kondusif pesuluh privat memecahkan masalah-ki aib yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

5.

Bersifat fleksibel

Pembelajaran tematik berkarakter luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar berpangkal satu mata tuntunan dengan mata pelajaran yang lainnya, bahkan mengaitkannya dengan nyawa pelajar dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan peserta bakir.

6.

Menunggangi prinsip belajar serampak bermain dan menghibur

Pengajian pengkajian tematik mengadopsi prinsip membiasakan PAKEM yaitu penerimaan aktif, kreatif, efektif, dan dan meredakan.

Ø

Aktif : Bahwa dalam pembelajaran peserta bimbing aktif secara fisik dan mental dalam situasi memunculkan penalaran (alasan), menemukan gancu yang satu dengan yang lain, mengkomunikasikan ide/gagasan, mengemukakan bentuk representasi yang tepat dan menggunakan semua itu untuk memecahkan masalah.

Ø

Efektif artinya berhasil mengaras tujuan sebagaimana nan diharapkan.

Ø

Kaya berguna kerumahtanggaan pembelajaran petatar didik melakukan serangkaian proses pembelajaran secara runtut dan berkesinambungan.

Ø

Menyenangkan bertarti terikat privat keayuan, kenyamanan dan kemanfaatannya sehingga mereka terlibat dengan asyik dalam berlatih hingga pangling tahun, penuh berkeyakinan diri dan tertantang lakukan mengamalkan peristiwa yang serupa maupun situasi-situasi yang makin sukar sekali lagi.


C.



Stempel dan Kelemahan Penerimaan Tematik Integratif

1.

Khasiat Pembelajaran Tematik Integratif

Ø

Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu,


Ø

Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan melebarkan bermacam ragam kompetensi dasar antar indra penglihatan tuntunan dalam tema nan selevel;



Ø

Pemahaman terhadap materi pelajaran kian khusyuk dan berkesan;



Ø

Kompetensi radiks dapat dikembangkan lebih baik dengan  mengkaitkan alat penglihatan tutorial lain dengan pengalaman pribadi pesuluh;


Ø

Siswa mampu lebih merasakan faedah dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas;


Ø

Siswa bertambah bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam hal nyata, untuk meluaskan satu kemampuan n domestik satu ain les sekaligus mempelajari matapelajaran lain;



Ø

Hawa dapat menghemat waktu karena netra pelajaran yang disajikan dapat dipersiapkan berbarengan
.


2.

Kehilangan Pembelajaran Tematik Integratif

Ø

Menuntut peran master yang mempunyai kabar dan wawasan luas, kreatifitas pangkat, keterampilan, kepercayaan diri dan etos akademik yang tinggi, dan bahaduri kerjakan mengemas dan mengembangkan materi.

Ø

Internal peluasan kreatifitas akademik, menuntut kemampuan berlatih murid yang baik privat aspek intelegensi.

Ø

Pembelajaran tematik memerlukan alat angkut dan sumber butir-butir nan memadai banyak dan berguna untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan yang diperlukan.

Ø

Memerlukan jenis kurikulum yang terbabang untuk pengembangannya.

Ø

Pembelajaran tematik memerlukan system penilaian dan pengukuran ( obyek, penunjuk, dan prosedur ) nan terpadu.

Ø

Penataran tematik tidak mengutamakan salah satu atau makin alat penglihatan pelajaran dalam proses pembelajarannya.


D.



Tujuan Pembelajaran Tematik

Tematik perumpamaan suatu teoretis pembelajaran pada Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar kelas bawah awal, memiliki tujuan sebagai berikut:

1.

Petatar ddidik mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu karena  materi disajikan dalam konteks tema yang jelas.

2.

Pesuluh asuh mampu mempelajari pengetahuan dan berekspansi berbagai kompetensi dasar antar ain pelajaran privat tema yang sama.

3.

Kognisi terhadap materi latihan lebih khusyuk dan berkesan.

4.

Kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik karena mengaitkan berbagai indra penglihatan kursus dengan pengalaman pribadi dalam situasi nyata yang diikat dalam tema tertentu.

5.

Guru dapat menghemat hari karena mata cak bimbingan yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkan refleks dan diberikan internal dua atau tiga pertemuan, waktu selebihnya dapat digunakan bagi kegiatan remedial, pemantapan maupun pengayaan.


E.



Kepentingan Pembelajaran Tematik

a.

Suasana kelas nan nyaman dan menyenangkan.



b.

Menunggangi kelompok kerjasama, kooperasi, kelompok membiasakan, dan strategi pemisahan konflik yang menyorong petatar didik bagi memecahkan masalah



c.

 Mengoptimasi lingkungan belajar sebagai kunci kelas nan ramah otak (brain-friendly classroom).



d.

Pesuluh didik secara cepat dan tepat waktu mampu memproses kabar. Proses itu tidak hanya menyentuh format kuantitas dan kualitas mengeksplorasi konsep-konsep baru dan membantu petatar tuntun mengembangkan pengetahuan secara siap.


e.

Proses penelaahan di kelas mendorong pelajar didik berharta dalam format palamarta motor.



f.

Materi pendedahan yang disampaikan oleh guru dapat diaplikasikan langsung oleh murid ajar dalam kehidupannya sehari-masa.



g.

Siswa bimbing yang relatif mengalami keterlambatan lakukan menguasai program belajar dapat dibantu oleh temperatur dengan cara memberikan pimpinan khusus dan menerapkan prinsip belajar tuntas.


h.

Program pembelajaran yang bersifat ramah otak memungkinkan guru bikin mewujudkan ketuntasan belajar dengan menerapkan variasi kaidah penilaian
.



F.



Peranan Hawa dalam Penerimaan Tematik

Suhu merupakan trik pokok n domestik pembelajaran. Doang, bukan berarti dalam proses pembelajaran tetapi guru yang aktif melainkan proses pembelajaran menuntut keaktifan dari kedua subjek pembelajaran yakni guru dan peserta. Akan tetapi peran temperatur terlampau penting dan sangat menentukan kesuksesan atau ketercapaian tujuan sesuai dengan segala apa yang mutakadim ditetapkan.

Peran guru internal proses pembelajaran tematik diantaranya adalah:

a.

Peran Suhu seumpama Perencana

Guru harus merencanakan satu kegiatan penerimaan yang akan dilakukannya bersama momongan didiknya. Bentuk-lembaga perencanaan pembelajaran nan harus disusun guru adalah: perencanaan tahunan, perencanaan semester, perencanaan mingguan dan perencanaan koran.

b.

Peran Guru Bagaikan Pelaksana

Setelah perencanaan selesai disusun, maka kemudia hawa melaksanakan apa nan mutakadim direncanakan sebelumnya. Pada tahap pelaksanaan ini kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan, misalnya mengadakan kegiatan diskusi kelompok dengan konflik sederhana.

c.

Peran Guru bagaikan Evaluator

Pada peran suhu sebagai elevator, guru melakukan penilaian terhadap proses kegiatan belajar dan penilaian hasil kegiatan.

Selain ketiga kejadian tersebut, guru pula harus bisa berlaku ibarat pengoreksi, inspirator, informatory, organisator, motivator, otak, penyedia, instruktur, demonstrator, pengelola kelas bawah, mediator dan supervisor.


BAB III


Penutup

Model pendedahan tematik adalah pembelajaran yang menggerutu beberapa konsep dari berbagai ain tutorial yang beranjak dari suatu tema tertentu sebagai pusat perhatian untuk meluaskan pengetahuan dan keterampilan peserta secara perangsangan. Dalam pembahasan di atas sudah lalu diuraikan beberapa signifikasi abstrak pembelajaran tematik, pembahasan tentang karakteristik, kelebihan dan kekeringan, tujuan penerimaan tematik, manfaat serta peranan suhu privat penataran tematik.

Dari jabaran tersebut boleh disimpulkan bahwa model pembelajaran tematik bertambah relevan diterapkan pada anak Sekolah Asal tingkat semula, sebab model  pendedahan ini dapat mendukung membangkitkan minat belajar peserta. Karena n domestik pengemasan ain pelajaran pada sempurna tematik dipadukan dalam bentuk pengajuan materi nan didalamnya terdapat unsur bermain, sehingga pelajar sekolah dasar akan bertambah menyukainya.

Hendaknya model pembelajaran tematik ini lebih berarti karena murid akan memafhumi konsep-konsep yang mereka pelajari melalui camar duka bertepatan dan menghubungkannya dengan konsep bukan yang telah dipahaminya. Start dari hal tersebut, maka sepatutnya terbiasa seorang guru ataupun kita selaku mahasiswa Pendidikan Master Sekolah Bawah yang menjadi calon-calon temperatur untuk memahami mengenai sempurna pendedahan tematik, lantaran model pembelajaran ini merupakan transendental pendedahan yang dapat dikatakan komperhensif, karena disamping memberikan wawasan embaran kepada siswa, kembali memberahikan segi afektif siswa itu seorang.


Daftar bacaan

·

Muslich, Mansur.
KTSP PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI DAN KONTEKSTUAL (Panduan bagi Guru, Atasan Sekolah, dan Pengawas Sekolah). 2011. Jakarta: Manjapada Aksara.

·

Muzmairoh, Miza Latifah.2013.
Kupas Tuntas Kurikulum 2013. Pengenalan Pena.

·


Implementasi Pembelajaran Tematik SD

, Departemen Pendidikan dan Kultur 2013

·


Konsep Pembelajaran Tematik Integratif

, Diklat Implementasi Kurikulum 2013, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Source: https://cungukcurut.blogspot.com/2013/11/implementasi-pembelajaran-tematik.html

Posted by: and-make.com