Alasan Dasar Pemilihan Media Pembelajaran


editor
Edi Elisa

/ kategori Media Pembelajaran / terlepas diterbitkan 15 Juli 2016 / dikunjungi: 31.32rb kali

Pembelajaran yang efektif tentunya memerlukan perencanaan nan baik. Begitu kembali dengan pemilihan media yang akan digunakan dalam  pembelajaran akan membutuhkan  perencanaan nan baik lagi. Wahana yang berjenis-jenis jenisnya tentunya tak akan digunakan semuanya secara serentak privat kegiatan pembelajaran, cuma semata-mata sejumlah namun. Untuk itu perlu di buat seleksi media tersebut. Hendaknya pemilihan wahana pengajian pengkajian tersebut tepat, maka terlazim dipertimbangkan faktor/barometer-kriteria dan persiapan-langkah penyaringan wahana.
Barometer yang teradat dipertimbangkan guru atau tenaga pendidik dalam memilih media pembelajaran menurut Sudjana (1990) yaitu 1) ketepatan media dengan tujuan indoktrinasi; 2) dukungan terhadap isi bahan kursus; 3) fasilitas memperoleh kendaraan; 4) kesigapan guru dalam menggunakannya; 5) tersaji perian untuk menggunakannya; dan 6) sesuai dengan taraf berfikir anak asuh. Heinich (1982) dalam Arsyad (2011) mengajukan model perencanaan pendayagunaan alat angkut agar efektif nan dikenal dengan istilah ASSURE yaitu singkatan berusul analyze learner characteristics, state ovjective, select or modife sarana, utilize, require learner response, dan evaluate. Dimana sreg kamil ini menyarankan enam kegiatan utama dalam perencanaan pembelajaran ibarat berikut:

  1. Menganalisis karakteristik mahajana kelompok sasaran, apakah mereka tersurat kedalam siswa sekolah lanjutan alias perguruan tingkatan, anggota organisasi perjaka, perusahaan, usia, macam kelamin, rataan bokong budaya dan sosial ekonomi, serta menganalisis karakteristik khusus yang meliputi ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap tadinya mereka.
  2. Menyatakan atau merumuskan tujuan pembelajaran, ialah perilaku alias kemampuan mentah segala apa yang diharapkan akan dimiliki peserta jaga setelah selesai proses pembelajaran. Maksud ini akan mempengaruhi pemilihan kendaraan dan urutan-gosokan penyajian dan kegiatan belajar.
  3. Memilih, memodifikasi atau mereka cipta dan mengembangkan kendaraan yang tepat. Takdirnya materi dan media pembelajaran yang sudah lalu tersedia akan dapat sampai ke pamrih, maka sebaiknya materi atau wahana tersebut digunakan untuk menghemat perian, tenaga dan biaya. Apabila materi dan wahana nan ada tidak sesuai dengan maksud maka materi dan media tersebut dapat dimodifikasi. Apabila bukan memungkinkan untuk memodifikasi wahana nan relah tersaji, barulah mengidas alternatif ketiga yaitu merancang dan mengembangkan materi dan kendaraan nan baru.
  4. Menggunakan materi dan kendaraan. Setelah memintal media nan tepat, diperlukan persiapan bagaimana dan berapa banyak waktu yang diperlukan lakukan menggunakannya. Disamping praktik dan pelajaran dalam menggunakannya, langkah rubrik sekali lagi diperlukan seperti tata letak bekas duduk peserta didik, kemudahan yang dibutuhkan seperti listrik, meja, dan peralatan pendukung lainnya.
  5. Mempersunting tanggapan terbit pesuluh didik. Dengan menunangi tanggapan, maka peserta asuh akan menampakkan partisipasi yang lebih besar.
  6. Mengevaluasi proses belajar. Pamrih utama evaluasi disini adalah bakal mengetahui tingkat pencapaian peserta mengenai tujuan penerimaan, keefektivan media,  dan pendekatan nan dipilih.

Begitu juga yang disebutkan Asyhar (2012) barometer yang perlu diperhatikan privat proses pemilihan media penerimaan sebagai berikut:

  1. Jelas dan segeh. Kendaraan pendedahan nan baik harus jelas dan rapi dalam tampilannya. Mencakup layout alias pengaturan matra sajian, suara minor, tulisan dan ilustrasi gambar. Ini utama dalam proses penarikan sikap siswa dalam proses belajar sehingga manfaat media itu koteng maksimal intern perombakan pembelajaran.
  2. Jati dan menarik. Kudrati privat artian enggak ada batu yang tak wajib dalam tampilan media pembelajaran. Mencakup pada teks, rangka, suara miring dan video. Alat angkut nan tidak menyedot akan menurunkan motivasi pesuluh internal proses belajar.
  3. Cocok dengan sasaran. Ki alat penataran harus disesuaikan dengan jumlah target. Karena kendaraan pembelajaran nan diperuntukkan kerjakan kelompok samudra belum tentu cocok digunakan dengan kerubungan kecil atau perorangan.
  4. Relevan dengan topik yang diajarkan. Media penerimaan yang dibuat harus sesuai dengan karakteristik isi konkret fakta, konsep, cara, prosedural atau generalisasi. Agar dapat membantu proses pembelajaran menjadi efektif dan sesuai dengan kebutuhan berusul pesuluh itu koteng.
  5. Sesuai dengan maksud penelaahan. Sarana pendedahan yang dibuat harus sesuai atau membidik ke tujuan pembelajaran. Tujuan intruksional dalam pembelajaran wahana ditetapkan yang secara umum mengacu sreg riuk satu pecah tiga senyap kognitif, afektif, dan psikomotor.
  6. Praktis, luwes, dan resistan. Media pembelajaran harus berkarakter variabel. Artinya ki alat bisa digunakan oleh siapapun dan dimengerti makanya sembarang orang.
  7. Berkualitas baik. Kriteria media penerimaan harus berkualitas baik. Kualitas ini mencakup puas semua aspek ekspansi baik optis baik gambar fotografi. Misalnya visual sreg slide harus jelas tidak terganggu oleh elemen tak, misalnya layout.
  8. Ukurannya sesuai dengan lingkungan sparing. Media penataran harus disesuaikan dengan situasi atau kondisi pecah mileu maupun tempat media akan digunakan. Misalnya di papan bawah nan sempit tidak cocok bikin sarana yang berukuran osean karena akan membuat pembelajaran tidak kondusif.

Lebih jauh, Arsyad (2011) mengemukakan kriteria–patokan dalam penyaringan ki alat pendedahan seumpama berikut:

  1. Sesuai dengan maksud nan ingin dicapai. Media pembelajaran yang harus sesuai dengan tujuan pembelajaran. Tujuan ini dapat diperlihatkan intern tulang beragangan tugas yang harus dikerjakan/diperuntukkan oleh siswa.
  2. Tepat untuk kondusif isi tutorial yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau pukul rata.
  3. Wahana pembelajaran harus praktis, luwes, dan berdeging.
  4. Guru terampil menggunakannya. Sebaiknya alat angkut nan dikembangkan harus dapat digunakan bikin penyedia yaitu master. Media pembelajaran dibuat dengan orientasi kemampuan suhu.
  5. Ki alat penelaahan dibuat dengan menyamakan kelompok target. karena media bikin kelompok samudra belum tentu seia digunakan lakukan gerombolan kecil.
  6. Dur teknis. Kualitas visual dari media harus jelas dan rapi, tidak boleh terganggu oleh unsur lainnya misalnya layout ataupun latar belakang slide.

Sesuai dengan pendapat-pendapat tersebut sebaiknya media penelaahan yang digunakan memiliki patokan:

  1. Jelas dan rapi
  2. Tahir dan menghela
  3. Cocok dengan mangsa
  4. Relevan dengan topik yang diajarkan
  5. Sesuai dengan tujuan pembelajaran
  6. Praktis, laur, dan tahan
  7. Berkualitas baik
  8. Guru terampil intern menggunakannya.

Source: https://educhannel.id/blog/artikel/pemilihan-media-pembelajaran.html

Posted by: and-make.com