Aku Cinta Kamu Bahasa Jawa

Cak bagi sebagian anak cukup umur mungkin bahasa jawa lain koalisi didengarnya, bahkan lain pernah digunakan intern bahasa sehari-hari.

Terkadang sebagai anak muda, pernahkah dia terpikir bahasa jawanya aku buruk perut engkau?

Ungkapan bahasa jawa aku sayang kamu ini bisa saja digunakan cak bagi ke pasanganmu loh kerjakan memberi kesan yang berbeda.

Berdasarkan pemberitaan yang dihimpun, bahasa jawanya aku sayang kamu yaitu aku tresno marang sliramu.

Selain bahasa jawanya aku belalah kamu, sesungguhnya terdapat beberapa pepatah kerumahtanggaan bahasa jawa mengenai asmara loh.

Misalnya, witing tresno jalaran saka kulino yang berguna bosor makan tumbuh karena terbiasa.

Berikut bilang ungkapan bahasa jawa nan barangkali referensimu bakal ungkapan rasa sayang kepada dagi.

Ungkapan Cinta dalam Bahasa Jawa

  • “Cintaku nang awakmu iku koyok kodak, titik api nang awakmu tok liyane ngeblur.” (Cintaku padamu seperti kamera, titik api pada dirimu, yang lain ngeblur).
  • “Tresna kanggo manungsa mung amerga katresnane marang Gusti Allah sing Nyiptaaken manungsa.” (Rajin kepada seorang manusia hanya dikarenakan kecintaan kepada Almalik Seberinda Umbul-umbul nan sudah menciptakan manusia).
  • “Nek koe tenanan tresno, Ojo koe nggawe eluh banyu motone, Ojo nyakiti atine, Ojo nggawe atine loro.” (Jika dia mendalam cinta padanya, jangan hiasi matanya dengan air mata, telinganya dengan dusta, hatinya dengan luka).
  • “Tresno kui kadang koyo wifi selama koe ora ngumbar sandi penghunine yo mung siji.” (Gelojoh itu adakalanya seperti wifi, sepanjang kamu tidak mengumbar sandi penghuninya, ya semata-mata suatu).
  • “Angger aku nyawang sliramu, rasane kabeh macem roso bungah teteh alam dunyo mandeg ono ing ngarep netraku.” (Saat aku melihatmu, aku melihat semuanya ujung kebahagiaan dunia ini mutakadim berhenti selintas di mataku).
  • “Gusti yen arek iku jodohku tulung dicidakaken, yen mboten joduhku tulung dijodohaken.” (Sang pencipta, jika engkau yaitu jodohku sokong didekatkan, dan jika lain tolong dijodohkan).
  • “Kowe wis tak wanti wanti ojo nganti ninggal ikrar, ojo nganti medot taline asmoro, welasno aku sing nunggu awakmu nganti tubuh ku silam balung karo alat peraba” (Ia sudah aku ingatkan jangan melupakan janji, jangan sebatas mengemudiankan perantaraan cinta ini, ingatlah diriku yang menunggu dirimu sampai badanku saja sederhana tulang dan kulit).
  • “Kowe lungo nggowo kenangan, kowe teko maneh nggowo undangan” (Kamu meninggalkan mengapalkan kenangan, dia menclok lagi membawa sebuah invitasi).
  • “Janji tresnomu gede, nyatane saiki mbok tinggalne.” (Taki cintamu lautan, kenyataannya masa ini anda tinggalkan).
  • “Akeh cara dienggo bahagia, salah sijine ngeculke uwong sing nyia-nyiake kowe.” (Terdapat banyak mandu untuk mendapatkan kepelesiran, salah satunya melepaskan cucu adam yang menyia-nyiakan kamu).

Memori Bahasa Jawa

Memberitakan laman absah Dinas Kebudayaan Pemprov Yogyakarta, bahasa Jawa berasal bersumber bahasa Melayu kuno dan bahasa Jawa kuno (Kawi).

Bahasa Jawa sangat terus berkembang menjadi bahasa Jawa sebagaimana masa ini nan digunakan masyarakat.

Biasanya, masyarakat lazimnya menunggangi bahasa Jawa ngoko atau karma dalam kesehariannya.

Meski demikian, penggunaan bahasa dan dialeknya disesuaikan terhadap lingkungan setempat.

Sebenarnya, dapat saja terdapat perbedaan, cuma hal itu lebih kepada mal kata.

Keadaan ini lantaran sulit menyangkal bahasa suatu bangsa yang dapat merata sebatas di pelosok-pelosok.

Lantas cak kenapa bahasa kawi enggak digunakan sebagai bahasa sehari-periode?

Hal ini lantaran masyarakat secara mahajana tidak tanggap sama sekali dengan bahasa tersebut.

Bahasa Sanskerta, Melayu kuno, dan Kawi biasanya digunakan sebagai
lingua franca, artinya bahasa pertalian antarnegara (imperium) di Nusantara.

Ketiga bahasa itu merupakan bahasa ’elit’ alias bisa disebut bahasa itu hanya digunakan internal lingkungan terbatas di puri (bangsawan), atau terkait dengan keagamaan (brahmana).

Mengabarkan laman legal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, karya sastra Jawa permulaan boleh jadi mulai dicetak plong waktu 1840-an.

Munculnya karya tersebut menjadi tonggak lahirnya karya cetak berbahasa dan berhuruf jawa lainnya.

Mau memafhumi makin dalam tentang bahasa jawa? Kamu boleh membaca muslihat
Bahasa Jawa Dasar
karya Dwi Puspitorini dan Ratnawati Rachmat.

Menariknya, buku ini menggosipkan akan halnya materi dasar bahasa Jawa, baik tulis maupun lisan, baik ragam ngoko maupun ragam krama, dan dilengkapi dengan gawai latihan.

Tidak saja itu, anak kunci ini juga disusun dengan sistematika tertinggal sehingga pembaca dapat menggunakannya secara mandiri.

Tertarik membelinya? Mari, buruan beli di Gramedia.com!

Selain itu, suka-suka
percuma voucher reduksi
yang boleh anda gunakan tanpa minimal pembelian. Ayo, beli buku di atas dengan lebih hemat! Serta merta klik di sini untuk ambil vouchernya.

Promo Diskon

Promo Diskon

Source: https://buku.kompas.com/read/2101/apa-bahasa-jawanya-aku-sayang-kamu

Posted by: and-make.com