Aktivitas Belajar Mengajar Di Kelas Sekolah Dasar

KEGIATAN Berlatih-MENGAJAR YANG EFEKTIF DENGAN MELIBATKAN SISWA SECARA AKTIF

Penulis : FADILLAH, S.Pd.

         Menurut Drs. Moh. Uzer Usman bahwa “Proses Belajar-Mengajar adalah suatu proses nan mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai intensi tertentu. Hubungan timbang balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat terdepan bagi berlangsungnya proses belajar-mengajar”. Proses Belajar-Mengajar merupakan inti berusul proses pendidikan, guru memegang peranan terdahulu. Intern proses belajar-mengajar terserah suatu kesatuan kegiatan nan tak terpisahkan antara siswa nan sparing dan hawa yang mengajar. Antara kedua kegiatan ini terjalin interaksi yang saling menunjang.

         Hawa memiliki peranan yang lalu terdepan privat menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakannya. Olehnya itu guru harus merencanakan dan takhlik RPP sedemikian rupa dalam meningkatkan hasil belajar pesuluh dan memperbaiki kualitas murid. Guru bertindak sebagai pengelola proses berlatih-mengajar, selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi belajar-mengajar yang efektif sehingga menciptakan keadaan proses belajar-mengajar nan baik, berekspansi objek pembelajaran dengan baik, dan meningkatkan kemampuan siswa mengerti, menyimak dan merespon pelajaran dengan baik, religius, kreatif, berpikir suara, menjalin kerjasama yang baik dalam kerja keramaian serta menguasai tujuan-tujuan pendidikan yang harus mereka gapai.

         Untuk mencapai hal-hal tersebut suhu dituntut mampu mencampuri proses belajar-mengajar yang menyerahkan rangsangan kepada siswa agar siswa mau membiasakan, karena memang siswalah yang  menjadi subyek terdahulu dalam belajar. Keseleo suatu prinsip untuk menciptakan kondisi belajar-mengajar nan efektif yaitu “Mengikutsertakan siswa secara aktif”.

         Menurut William Burton,
“Teaching is guidance of learning activities, teaching is for purpose of aiding the biji mata learn”. Mengajar adalah membimbing kegiatan belajar murid sehingga dia mau membiasakan. Dengan demikian, aktivitas siswa sangat diperlukan dalam kegiatan belajar-mengajar sehingga siswalah yang seharusnya banyak aktif.

         Alangkah pentingnya aktivitas membiasakan pesuluh kerumahtanggaan proses sparing mengajar sehinga John Dewey, umpama Tokoh Pendidikan, mengemukakan pentingnya pendirian ini melalui metode proyeknya dengan semboyan
Learning by doing. Sampai-sampai jauh sebelumnya para Induk bala Pendidikan lainnya seperti Rousseau, Pestalozi, Frobel, dan Montessory telah mendukung prinsip aktivitas privat indoktrinasi ini.

         Aktivitas belajar siswa yang dimaksud merupakan Aktivitas Badaniah dan Aktivitas Mental.

Aktivitas sparing siswa boleh digolongkan ke dalam beberapa hal, seperti :

  1. Aktivitas Visual (Visual activities) seperti membaca, menulis, melakukan eksperimen, dan demonstrasi.
  2. Aktivitas lisan (oral activities) seperti bercerita, tanya-jawab, diskusi, membaca puisi dan menyanyi.
  3. Aktivitas mendengarkan (Listening activities) sebagaimana mendengarkan penjelasan guru, syarah, santiaji, mendengarkan lagu, mendengarkan dialog.
  4. Aktivitas gerak (dalang activities) sebagai halnya gimnastik, menari, melukis, atletik.
  5. Aktivitas menulis (writing activities) seperti mengarang, takhlik makalah, menciptakan menjadikan surat.

         Setiap macam kegiatan tersebut di atas memiliki kadar nan farik terjemur pecah segi mana tujuan yang ingin dicapai intern kegiatan membiasakan-mengajar. Nan terpenting aktivitas kegiatan belajar pelajar hendaknya mempunyai takdir yang bertambah pangkat. Dan sesuai dengan maksud Pembelajaran pada RPP Darurat Musim Wabah Covid -19 merintik-rintik beratkan puas pengembangan karakter peserta yang religius, disiplin, bertanggung jawab, serta berpikir celaan dan mengimplementasikannya privat kegiatan sehari-hari dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Dengan harapan setelah kegiatan membiasakan-mengajar dilaksanakan, siswa mewah memahami dan merespon materi Descriptive Text tentang Mandu Mencegah Penularan Covid-19 dengan prinsip tetap taat kepada Protokol Kebugaran untuk disampaikan kepada anak bini dan insan-basyar terdekatnya agar usaha memutus ain rantai penularan Covid-19 berhasil dengan baik sehingga kurva penularan Covid-19 kian menurun hingga tidak ada lagi incaran yang terpapar.

         Demikianlah sekelumit berusul saya hendaknya menjadi inspirasi dan pecut bagi tenaga pendidik nan senggang mengaji artikel ini. Seyogiannya Intensi Penelaahan kita pada RPP Darurat Hari Pandemi Covid-19 terengkuh dengan baik, dan semoga masa pandemi ini taajul bubar agar pendedahan di kelas kembali biasa seperti mulanya. Aamiin Yaa Rabbal’aalamiin…

Terima hidayah…

Wassalamu alaikum warrahmatullaahi wabarakaatuh.

Source: https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/kegiatan-belajar-mengajar-yang-efektif-dengan-melibatkan-siswa-secara-aktif/

Posted by: and-make.com