Ajaran Rasul Paulus Ttg Dasar Yg Benar Mengyatakan Kepedulian






Kristen

Nasihat Paulus mengenai Pemenang Sejati

Rasul Paulus menulis salinan berbunga pengasingan untuk memelihara komunikasi dengan jemaat di Filipi. Ia memberikan ular-ular-nasihat kepada jemaat di Filipi, bagaimana mengembangkan pandangan hidup buat menjadi seorang pemenang. Nasihat-selang tersebut dituliskannya berdasarkan inspirasi yang diperolehnya dari Sang pencipta Yesus yang sudah bangkit.

Di antara kita mungkin cak semau nan merasa bahwa hidupnya telah gagal. Ada yang merasa selalu mengalami persoalan demi persoalan. Cak semau yang merasa lain pernah meraih kesuksesan baik privat jalan hidup alias pelayanan.

Saya cak hendak mengingatkan bahwa Tuhan tidak persaudaraan prospektif bahwa orang Masehi akan bebas dari masalah, hanya Sang pencipta berjanji cak bagi kukuh menyertai kita untuk beruntung kemenangan. Bagian kita yakni tetap berkreasi dan bersyukur! Catatan ini mengajak kita unutk belajar dan meluaskan ciri seorang pemenang berasal Kitab Filipi.

Gambaran nan dipakai maka itu Paulus dalam nats ini adalah pertandingan atlit dalam gelanggang olimpiade. Anda menggunakan paparan atlit olimpiade karena olah tubuh ini saat itu sudah memasyarakat. Dalam artian lain, Paulus mau menyatakan bahwa usia adalah pertandingan. Setiap kita adalah atlit Allah yang punya kans untuk memenangkan perlombaan.

Ada 3 ciri yang kita songsong dari Nabi Paulus melalui Kitab Filipi 3:12-14, untuk n kepunyaan ciri seorang pemenang. Mula-mula, tidak cepat puas. Pernyataan Paulus, “enggak seolah-olah aku telah memperolehnya hal ini ataupun mutakadim sempurna” (12) dan…”lain mengangap bahwa aku mutakadim menangkapnya”.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Paulus bukanlah rasul nan berpuas diri dengan prestasi rohani nan sudah diraihnya, doang sira berusaha untuk per-sisten menciptakan penampilan. Koteng pemenang kudus tidak akan berpuas diri dengan prestasi yang sudah diraihnya. Engkau akan terus berlatih lakukan menciptakan rekor yang baru. Prolog kuncinya merupakan inovasi terus menerus.

Meras puas dengan penampakan rohani yang diraihnya, bisa membuat kita sombong rohani. Kenapa kita cepat puas diri? Karena kita membandingkan penampakan rohani kita dengan prestasi individu tidak. Akibatnya kita merasa lebih baik dari makhluk lain. Manusia nan membandingkan kebaikan nan diperbuatnya dengan kepentingan yang Halikuljabbar perbuat atas dirinya akan menciptakan keinginan diri bakal memberi yang terbaik lagi untuk kemuliaan Yang mahakuasa.

Kedua, melupakan apa nan mutakadim di belakang. Seorag atlit yang masih mengirimkan ransel atau tas di belakang punggung, saat berada di pelintasan lari, maka laju larinya tidak akan koalisi optimal. Melupakan nan telah di belakang bermanfaat sudah akur dengan masa lalu dan tidak sudi untuk pun kepada masa lalunya.

Introduksi “melupakan” dalam (13) bukan bermanfaat tidak pulang ingatan di penggerak, tetapi lain mengingat-ingat maupun tidak sekali lagi dipengaruhi oleh peristiwa tragis atau kegagalan yang telah terjadi. Cak bagi menguraikan ini, bangun Yusuf dan Yakob, enggak kah Yususf  masih teringatkan kejahatan saudara-saudaranya (Kej.50:20-21)?

Pemenang murni tidak tidak perikatan kalah, tetapi berlatih berpunca kekalahan untuk meraih dan mempertahankan keberuntungan demi keberuntungan yang berikutnya.

Ketiga, fokus pada tujuan.  Pelari harus besar perut titik api atau “menujukan diri” (13b) kepada intensi. Dan tujuannya yaitu garis akhir. Ketahuilah bahwa fakta-fakta kemajuan maupun keberuntungan terletak sreg akhir pertandingan, bukan awal pertandingan alias pertengahan.

Pemenang sejati senantiasa memandang “anugerah” alias mahkota nan kelak dipedulikan bila ia menjadi juara. Memandang upah atau hadiah akan melahirkan spirit diri cak bagi menggapai kemenangan (14).

Rasul Paulus memiliki senawat kerjakan meninggalkan masa lalunya. Internal ayat 14, ia mengatakan: “dan berlari-lari kepada tujuan bakal memperoleh karunia “– segala apa hadiahnya? – “panggilan sorgawi berusul Halikuljabbar privat Kristus Yesus.”


Pdt. Iskandar Takoy, M.Th (Basilika Protestan Presbiteri Indonesia)


Source: https://kemenag.go.id/read/nasihat-paulus-tentang-pemenang-sejati-pveom

Posted by: and-make.com