Ajaran Bhakti Sejati Sebagai Dasar Pembentukan

BAB IV BHAKTI Masif Kelas bawah XI MIPA 2

OLEH :

NI KADEK FITRI SINTIA DEWI 25

SMA Daerah 1 GIANYAR Hari AJARAN 2018/2019

PEMERINTAH PROVINSI BALI DINAS PENDIDIKAN

SMA Wilayah 1 GIANYAR Jl. Ratna No. 1, Telp. (0361)943034 Fax. (0361)944073 Website : www.dosmangianyar.com E-mail : [email protected]

Antologi SOAL – SOAL BAB I : YOGA MENURUT AGAMA HINDU

A. Ajaran Bhakti Sejati a. Soal : 1. Apakah yang dimaksud dengan bhakti kudrati dalam kitab Ramayana? Jelaskanlah. 2. Apakah nan Anda ketahui terkait dengan penerapan ajaran bhakti kalis intern agama Hindu? Jelaskanlah! 3. Mengapa seseorang wajib menuntut ganti rugi jalan bhakti dalam memuja Ida Si Hyang Widhi/Halikuljabbar Nan Maha Esa? Jelaskanlah! 4. Amatilah lingkungan sekitar sira sehubungan dengan makhluk-orang yang dipandang dalam memuja Yang mahakuasa Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan menirukan jalan bhakti, buatlah coretan seperlunya dan diskusikanlah dengan orang gaek! Apakah yang terjadi? Buatlah narasinya 1-3 halaman diketik dengan huruf Times New Roman – 12, spasi 1,5 cm, ukuran kertas kwarto; 4-3-3-4; lakukanlah! 5. Apa saja babak-adegan dari Catur Marga? Dan jelaskan artinya! b. Jawaban : 1. Bhakti polos yaitu sujud, memuja, hormat tetap, tegar, memperhambakan diri dan kasih sayang, sebenarnya, tekun, sungguh-sunghuh berdasarkan rasa, cinta, dan kasih nan benar-benar memuja Ida Sang Hyang Widhi atau yang dipujanya. 2. Bhakti bersih kerumahtanggaan agama Hindu yakni pemujaan yang dilakukan seseorang kepada nan dipujanya dengan alangkah-sungguh dan penuh rasa puja, cinta hidayah yang mendalam untuk memohon kerahayuan bersama 3. Seseorang teristiadat untuk menempuh jalan bhakti dalam memuja Ida Sang Hyang Widhi karena dalam bhakti adalah wujud nyata terbit jnana dan karma buat para pelaku nan menjalaninya 4. Menurut hasil penganatan saya di lingkungan sekitar saya, banyak masyarakat yang setiap harinya selalu melaksanakan ajaran bhakti dengan saling hormat

antar masyarakat, melakukan persembahyangan di tempat ibadah dan saling menganakemaskan suatu seimbang lain 5. Bagian-bagian berpangkal Empat Marga :  Karma Marga : berbhakti dengan cara berbuat atau bekerja  Bhakti Marga : berbhakti dengan mandu melakukan persembahan ataupun sungkem bhakti  Jnana Marga : berbhakti dengan prinsip mentransfer ilmu pengetahuan yang kita miliki  Paduka Marga : berbhakti dengan kaidah mempraktikkan ajaran-ilham agama sama dengan mengerjakan Tapa, Bratha, Yoga, dan Samadhir B. Putaran-babak Ajaran Bhakti Sejati a. Soal : 1. Setelah mengamati dan memaklumi teks di atas apakah yang sira ketahui adapun fragmen-bagian bhakti sejati menurut teks? Jelaskanlah! 2. Sebutkanlah babak-episode jalan bhakti sejati menurut agama Hindu nan kamu ketahui! 3. Buatlah peta konsep sehubungan dengan pembagian visiun bhakti tahir yang kamu ketahui! 4. Amatilah mileu di selingkung engkau sehubungan dengan pengalokasian bhakti sejati yang kamu ketahui, buatlah tulisan sekadarnya dan diskusikanlah dengan orang tua! Apakah yang terjadi? Buatlah narasinya 1-3 pekarangan diketik dengan lambang bunyi Times New Roman – 12, spasi 1,5 cm, ukuran kertas kwarto; 4-3-3-4; lakukanlah! 5. Pada arah gerak mendatar yaitu puas kontek roh sosial dengan mengamalkan Sadhana peladenan khususnya dalam hal ini adalah Sewaka Dharma Kirthanam. Segala maksud Sewaka Dharma Kirthanam? b. Jawaban : 1. Bagian-fragmen dari ajaran Bhakti Salih :  Srawanam : berbhakti kepada Tuhan dengan kaidah membaca alias mendengarkan hal-keadaan yang bermutu seperti pelajaran, membaca kitabkitab ceria dan kisah keagamaan.  Kirtanam : berbhakti kepada Tuhan dengan jalan mendayukan kidung suci keagamaan atau kidung lugu yang mengagungkan keluhuran Sang pencipta dengan penuh signifikansi dan rasa bhakti yang ikhlas.  Smaranam : berbhakti kepada Tuhan dengan cara selalu siuman kepadaNya, mengingat tera-Nya, bermeditasi.  Padasevanam : dengan memasrahkan peladenan kepada Yang mahakuasa Nan Maha Esa, tercantum melayani, menolong berbagai makhluk ciptaannya.  Arcanam : berbhakti kepada Tuhan dengan cara memuja keagunganNya.  Vandanam : berbhakti kepada Tuhan dengan jalan berbuat sujud dan kebhaktian.

Dasya : berbhakti kepada Halikuljabbar dengan cara menyuguhkan-Nya dalam pengertian cak hendak melayani mereka yang memerlukan pertolongan dengan munjung keikhlasan.  Sakhya : memandang Sang pencipta Yang Maha Esa misal sahabat sejati, nan memberikan pertolongan ketika dalam bahaya.  Atmanivedanam : berbhakti kepada Tuhan dengan kaidah menyerahkan diri sepenuhnya kehadapan Hyang Widhi. 2. Bagian-bagian ajaran bhakti ikhlas menurut agama Hindu : – Srawanam – Kirtanam – Smaranam – Padasevanam – Arcanam – Vandanam – Dasya – Sakhya – Atmanivedanam 3. Berikut peta konsep pembagian petunjuk Bhakti Tulen : Bhakti ceria adalah sungkem, memuja, hormat tunak, taat, memperhambakan diri dan kasih sayang, sebenarnya, benar-benar, sungguh-sunghuh berlandaskan rasa, cinta, dan kasih yang mendalam memuja Ida Si Hyang Widhi atau yang dipujanya Bhakti Tahir Srawanam : mendengarkan hal-hal yang bermutu, seperti cerita keagamaan Kirtanam : menembang kidung suci keagamaan dgn rasa bhakti yang ikhlas Smaranam : melakukan meditasi dan pulang ingatan cinta kepada-Nya Padasevanam : memberikan pelayanan, seperti menolong sesama ciptaan-Nya Arcanam : memuja keagungan-Nya Vandanam : melakukan sungkem dan kebhaktian Dasya : melayani sesama yang membutuhkan sambung tangan maupun bantuan dgn safi

Sakhya : memandang Allah sbg sahabat sejati, nan selalu menolong privat bahaya Atmanivedanam : menerimakan diri seutuhnya kehadapan Almalik 4. Menurut pengamatan saya di lingkungan rumah saya koteng, saya cerbak melihat nenek saya yang menyanyikan kidung suci ketika sedang menjahit kebaya, saat majejahitan canang, ataupun melakukan kegiatan tidak. Engkau sekali lagi sangat suka mekidung di deklarasi radio, dan kadang-kadang ikut siaran radio tersebut. Serta dia suka mendengarkan kidung suntuk radio dan ngayah mekidung di pundi-pundi. Menurut saya, nenek saya telah melakukan ajaran bhakti kalis, salah satunya yaitu kirthanam 5. Maksudnya berasal Sewaka Dharama Kirthanam pada kontek sosial ini adalah kesadaran untuk berbesar hati mengungkapkan diri dan berbagi dalam memberikan pelayanan yang tulus dengan pendirian memuji dan memuja sesama dan lingkungan ini. C. Sloka Ajaran Bhakti Sejati dalam Ramayana a. Soal : 1. Setelah mengamati dan memahami wacana di atas Apakah nan kamu ketahui sehubungan dengan sloka sloka ajaran Bhakti sejati dalam kitab Ramayana? Jelaskanlah. 2. Apakah yang dia ketahui terkait dengan penerapan tajali Bhakti sejati internal agama Hindu beralaskan sloka-sloka nan terdapat internal kitab Ramayana? Jelaskanlah. 3. Amatilah lingkungan sekitar anda sehubungan dengan orang-orang nan dipandang privat memuja Tuhan Nan Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi dengan mengikuti Jalan Bakti sejati yang terletak dalam kitab Ramayana, Buatlah catatan seperlunya dan diskusikanlah dengan orang tuamu! Apakah yang terjadi? Buatlah kisah nya 1-3 halaman diketik dengan huruf Times New Cahaya muka – 12, spasi 1,25 cm, matra plano kwarto;4-3-3-4; Lakukanlah! 4. Dalam kitab Ramayana, kita dapat melihat seperti segala perjalanan berbunga Sang Rama, Laksmana dan Sita dalam pengembaraannya. Kitab Ramayana terdiri atas berapa kanda? Sebutkan sendirisendiri bagiannya! 5. Tasmad Yajnat sarvahuta rcah samani Yajnire Chandamsi Yajnire Tasmad yajus Tasmad ajayata Sloka terdapat puas kitab Yajurveda XXXI.7. Apa kurnia dari sloka tersebut? b. Jawaban : 1. Sloka-sloka privat kitab Ramayana yang berhubungan dengan ajaran bhakti ceria yang terdaftar baru sebagian kecil dari jumlahnya sebanyak 24.000 bait. Selanjutnya masih banyak nan perlu digali lebih jauh untuk penataran

pembentukan sifat dan sikap yang berhubungan dengan ajaran bhakti bersih bagi dipedomani oleh umat sedharma. Dari sloka sloka diatas, dapat saya simpulkan bahwa Bhakti Sejati adalah sujud, memuja, hormat setia, tegar, memperhambakan diri dan kasih bosor makan, sebenarnya, tekun, betapa-sungguh berdasarkan rasa, cinta, dan kasih nan mendalam memuja Ida Sang Hyang Widhi atau yang dipujanya. Bhakti nirmala adalah pemujaan yang dilakukan seseorang kepada yang dipujanya dengan serius dan penuh rasa hormat, cinta kasih yang mendalam lakukan memohon kerahayuan bersama. 2. Mengenai sloka-sloka kitab Rāmāyana yang memuat tajali Nubuat Bhakti Bersih, Antara bukan; Tatkālān kadi kālamrètyu sakalātyanteng galak yar pamuk, yekāngsōnira sang raghūttama tumāt sang laksmanāngimbangi, dagi si gunawān wibhāsana padāmèntang laras nirbhaya, rangkèp ring guna agraning kekawihan agreng kawìran sire, Terjemahannya: Tatkala sang Rāwāna faktual Malaikat maut, dia mengamuk dengan galaknya. Pada perian itu sang Rāmā maju beserta Laksamana mendampinginya, disertai sang Wibisāna nan bijaksana. Mereka bersama menarik busur dan sama sekali tiada gentar, karena kesempurnaan ilmu, kemampuan dan keperwiraannya (Kw. Rāmāyana, III.XXIV.1). Kesatrya: Rāmā selalu tampil andai pemberani internal membela kebenaran nan putih Wangsit Bhakti Putih kesatrya nan utama dilaksanakan oleh Rāmā intern stanza sloka Rāmāyana III .XXIV.1 adalah Rama bagaikan seorang baginda gagah perkasa dalam mengadapi musuh-musuhnya yang ingin merusak kerajaannya dengan sifat dan sikap gagah berani, pantang menyerah dihadapan musuhnya. Sebagai seorang kesatrya suci Rama tidak interelasi mundur internal menegakan dharma Negara. Rama rela mengorbankan jiwa dan raganya demi keutuhan wilayah Negaranya. Demikian lagi sifat dan sikap kesatrya jati tersebut di tunjukkan makanya adiknya, Sinuhun Wibhisana. Wibhisana sebagai sendiri kesatrya nirmala yang cerdas dan mempuni dibidang perang dengan momongan panahnya dengan sangat mudah dapat menggempur musuh-musuhnya masuk bersama Rama mempertahankan Negaranya dari rongrongan musuhnya yaitu Rahwana. Rama dan Pangeran Wibhisana adalah putra ayodhya yang cerdas, mandraguna, cekatan dan terampil dalam bela Negara. Kedua Kaisar (Rama dan Wibhisana) tampil di mandala yuda dengan sikap kesatrya sejati abdi kerajaan. 3. Penerapan Bhakti sejati pada lingkungan sekitar yang berhubungan dengan Kitab Ramayana nan saya ketahui adalah terdapatnya rasa kesetiaan dan sering ibu pertiwi, memiliki rasa persatuan demi menjaga hendaknya bangsa tersayang tidak mengalami fasad selain itu sikap saling menghormati juga di terapkan di publik sama dengan n domestik narasi Rama yang Menghormati gurunya. 4. Kitab Ramayana terdiri atas 7 kanda, yakni : – Kanda I (Bala Kanda)

– Kanda II (Ayodhya Kanda) – Kanda III (Aranyaka Kanda) – Kanda IV (Kishindha Kanda) – Kanda V (Sundara Kanda) – Kanda VI (Yuddha Kanda) – Kanda VII (Uttara Kanda) 5. Arti berusul sloka tersebut adalah Dari Tuhan Yang Maha Agung dan kepada-Nya umat manusia menyembahkan berbagai ragam Yajna, daripada-Nyalah muncul Rgveda dan Samaveda, daripada-Nya pula muncul Yajurveda dan Atharvaveda. D. Kerangka Penerapan Bhakti Bersih dalam Hayat a. Cak bertanya : 1. Setelah membaca referensi tentang bentuk penerapan ajaran bhakti sejati dalam kehidupan beragama Hindu, apakah yang ia ketahui mengenai agama Hindu? Jelaskan dan tuliskanlah! 2. Buatlah rangkuman yang berhubungan dengan bentuk penerapan ajaran bhakti sejati privat vitalitas beragama Hindu, dari berbagai sumber wahana pendidikan dan sosial yang anda ketahui! Tuliskan dan laksanakanlah sesuai dengan ajaran dari buya/ibu hawa yang mengajar di kelas! 3. Apakah yang mutakadim Anda ketahui terkait dengan rancangan penerapan ajaran bhakti sejati intern kehidupan sehari-hari? Jelaskanlah! 4. Bagaimana cara Ia kerjakan dapat mengetahui bentuk penerapan ajaran bhakti asli dalam semangat beragama Hindu? Jelaskan dan tuliskanlah pengalamannya! 5. Kemustajaban apakah yang dapat dirasakan secara bersama-sama terbit usaha dan upaya penerapan bhakti sejati dalam semangat beragama Hindu? Tuliskan pengalaman Anda! 6. Amatilah lingkungan seputar Ia terkait dengan adanya bentuk penerapan tajali bhakti nirmala dalam kehidupan sehari-hari manfaat mewujudkan maksud vitalitas manusia dan maksud agama Hindu, buatlah gubahan seperlunya dan diskusikanlah dengan orang tuanya! Apakah yang terjadi? Buatlah kisahan nya 1-3 halaman diketik dengan huruf Times New Muka – 12, spasi 1,25 cm, matra plano kwarto;4-3-3-4! b. Jawaban : 1. Agama Hindu adalah suatu agama yang menurut saya dalam pelaksanaannya itu sangat sederhana dan menitikberatkan poin polos ikhlas minus tujuan ketika melaksanakan ajarannya. Dan agama Hindu adalah satu agama yang sangat harmonis, banyak masyarakat semenjak agama lain yang gemar melihat interaksi antar umat Hindu 2. Bentuk-bentuk penerapan ajaran bhakti sejati alias Nawa Widha Bhakti penting dilaksanakan sehingga Sewaka Dharma dalam proses perjalanannya dapat membantu takhlik kepribadian atau budi seseorang menjadi lebih baik. Penerapan ajaran bhakti sejati, ialah:  Mendengarkan sesuatu dengan baik (Srawanam)

Bentuk bhakti Srawanam diarahkanke sisi gerak vertikal dan gerak horizontal. Jihat gerak vertikalnya yakniumat Hindu mau dan mampu mendengar, terutama mendengarkan sabda-sabda suci dari Sang pencipta baik yang tertera atau tersirat intern kitab suci.Sementara itu arah gerak horizontalnya merupakan umat Hindu mampu mendengarkan nasihat dan menghormati pendapat hamba allah lain serta mendengarkan pewartaan adapun sesamanya dan lingkungan.  Bersyukur (Vedanam) Internal petunjuk ini, Vedanam berarti bagaimana prinsip kita bersyukur terhadap kesanggupan diri kita. Jadi, bagaimapun keadaan kita dilahirkan di bumi ini, kita harus patuh berterima kasih dan bhakti kepada-Nya.  Menembangkan, melafalkan, menyanyikan gita/kidung (Kirtanam) Bentuk bhakti Kirtanam sekali lagi diarahkan ke sisi gerak vertikal dan gerak horizontal. Sisi gerak vertikal dilakukan kerjakan menumbuhkan dan membangkitkan nilai-nilai spiritual yang ada di setiap orang. Sedangkan arah gerak horizontal masyarakat selalu berusaha melagukan gita/kidung yang dapat menyejukkan perasaan hati orang tidak dan lingkungannya.  Selalu mengingat nama Allah (Sramanam) Arah gerak vertikal dari bhakti ini adalah kita sepatutnya camar melatih diri untum mengingat logo-cap nirmala Tuhan serta intruksi dan pesan berusul sabda kudus Tuhan.Sedangkan arah gerak horizantal dari bhakti ini adalah sepatutnya kita belalah mengingat kembali tragedi dan peristiwa kemanusiaan, perdamaian, alias demokrasi.  Menyembah, sungkem, hormat, di suku Runjung (Padmasevanam) Arah gerak vertikal privat bhakti ini yakni manusia hendaknya pelahap sujud dan hormat kepada Tuhan. Padahal arah gerak horizontal bhakti ini adalah makhluk sepatutnya menghormati para pahlawan, pemerintah, serta para orang tua danyang tidak kalah penting juga hormat kepada ibu pertiwi.  Bersekutu dengan Tuhan (Sakhyanam) Privat petunjuk ini, kita anggap Yang mahakuasa itu adalah teman atau keluarga sehibgga rasa hormatdan bhakti menjadi kian besar.  Berpasrah diri memuja para Bhatara-Bhatari dan para Batara seumpama manifestasi Tuhan (Dahsyam) 3. Dalam kehidupan sehari-hari, visiun bhakti sejati mutakadim banyak diterapkan. Seperti contohnya yakni petunjuk Kirtanam. Kirtanam ini dilakukan dengan menyuarakan kidung / gita. Hal ini sering kita temukan di rajut-pura maupun saat cak semau odalan. Selain itu, ajaran Srawanam juga mutakadim banyak diterapakan dengan mendengarkan ceramah-syarah adapun agama. Namun, sebagian besar masih berat ekor cak bagi mendengarkan ceramahceramahagama dan lebih senang mendengarkan pewartaan menganai gosip, kekerasan, fitnah, maupun diskriminasi.

4. Bikin boleh mengerti rajah penerapan ajaran bhakti tahir dalam nasib beragama Hindu, saya mengamati lingkungan seputar saya privat arwah sehari-musim 5. Arti nan bisa dirasakan berbunga usaha dan upaya penerapan ajaran bhakti tahir yakni dapat mengantarkan untuk menciptakan menjadikan kesentosaan dan kepelesiran n domestik hidup ini. 6. Susuk-bentuk penerapan ajaran bhakti sejati kerumahtanggaan kehidupan bisa mengantarkan kita kerjakan mewujudkan tujuan hidup turunan dan tujuan agama Hindu. E. Bhakti Putih a. Cak bertanya : 1. Setelah membaca teks tentang ajaran bhakti tahir andai bawah pembentukan budi pekerti nan luhur dalam zaman menyeluruh menurut wahyu Hindu, apakah yang Beliau ketahui akan halnya agama Hindu? Jelaskan dan tuliskalah! 2. Buatlah ringkasan yang berhubungan dengan nubuat bhakti sejati sebagai dasar pembentukan budi pekerti nan luhur n domestik zaman global menurut ajaran Hindu, dari berbagai mata air media pendidikan dan sosial nan Anda ketahui! Tuliskan dan laksanakanlah sesuai dengan wangsit berbunga buya/ibu temperatur yang mengajar di papan bawah! 3. Apakah nan anda ketahui terkait dengan cara-cara mempraktikkan ajaran bhakti kalis sebagai dasar pembentukan karakter pekerti yang sani dalam zaman global menurut ajaran Hindu? Jelaskanlah! 4. Bagaimana mandu cak bagi mengetahui ramalan bhakti suci misal bawah pembentukan budi pekerti yang luhur kerumahtanggaan zaman global menurut wahyu Hindu? Jelaskan dan tuliskanlah pengalamannya! 5. Keefektifan apakah nan dapat dirasakan secara langsung bersumber usaha dan upaya untuk mengetahui ajaran bhakti safi sebagai asal pembentukan khuluk pekerti yang luhur n domestik zaman menyeluruh menurut petunjuk Hindu? Tuliskanlah pengalaman Kamu! 6. Amatilah mileu sekitar Anda terkait dengan adanya penerapan ajaran bhakti sejati sebagai dasar pembentukan budi pekerti yang sani intern zaman global menurut ajaran Hindu kelebihan mewujudkan intensi arwah manusia dan intensi agama Hindu, buatlah catatan seperlunya dan diskusikanlah dengan orang tuanya! Apakah yang terjadi? Buatlah narasinya 1-3 jerambah diketik dengan abc Times New Roman -12, Spasi 1,5 cm, ukuran kertas kwarto; 4-3-3-4!

7.

Amatilah tulang beragangan berikut ini, diskusikanlah dengan orang jompo di flat, seterusnya buatlah laporan dari hasil urun rembuk-mu dengan orang tua. b. Jawaban : 1. Di era kesejagatan ini ahlak/Budi pekerti para umat individu sudah terkikis oleh derasnya sirkulasi kesejagatan seperti mana cium tangan lega orang tua, penggunaan pengapit, senyum dan sapa, dan lain-lain. Dengan adanya agama Hindu yang memuat aturan-aturan tentang bagaimana menjalani spirit di mayapada ini baik hubungannya dengan sesama manusia, sosok dan lingkungannya, dan insan dengan tuhannya (Tri Hita Karana) akan dapat menuntun manusia buat tetap berpegang kokoh pada ahlak dan kepribadian pekerti yang baik di tengah zaman mendunia ini. Mulai sejak pernyataan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa agama Hindu merupakan suatu agama yang menuntun umat Hindu meuju kearah maslahat/kebahagiaan sehingga umatnya lain akan terjerumus ke kejadian-hal negatif. 2. Ajaran bhakti sejati yaitu salah satu ajaran agama Hindu yang dapat dipedomani lakukan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan manusia terhadap aturan keagamaan, atauran kebajikan dan aturan formalitas keagamaan yang bersumber dari ajaran agama yang dianutnya serta dapat dipedomani dalam upaya berbuat penyembuhan (konseling) di saat-saat mengalami goncangan kejiwaaan. Konsep Bhakti sejati dapat dimaknai dalam kontek kehidupan sosial ataupun arah gerak putarannya secara horizontal yaitu rasa sujud, hormat-menghormati, pengabdian, burung laut kasih sering, spiritual, dan menyerahkan peladenan antara manusia dengan sesamanya dan lingkungannya. 3. Cara-mandu mempraktikan ajaran bhakti asli bak dasar pembentukan khuluk pekerti yang luhur dalam zaman global dapat dilaksanakan dengan meimplementasikan putaran-bagian bhakti sejati sebagai berikut. a. Sravanam : Burung laut mendengar ceramah-ceramah agama baik itu di tempat-bekas ceria atau di televisi yang dapat mempererat manifesto kita terhadap agama di tengah zaman kesejagatan ini. b. Wandanam : Rajin membaca, menyimak, dan mempelajari, mendalami serta menghayati dan memaknai kitab suci dan susastra tahir serta ilmu makrifat yang lainnya sebagai pedoman hidup, sehingga gagasan dan sisi pilihan jalan hidup publik sesuai dengan hadis kalis Allah. c. Kirtanam : Membiasakan ataupun rajin merinaikan Gita/zikir nan dapat menumbuhkan ponten-skor spiritual nan ada intern spirit setiap individu insan. Dengan bangkitnya skor spiritual setiap individu boleh mengendalkan diri dengan baik di perdua zaman globali ini. d. Smaranam : Mengingat adapun interuksi atau pesan atau pengetahuan sabda suci Halikuljabbar kepada umat manusia yang dapat dijadikan sebagai pedoman maupun jalan hidup nyawa di dunia dan di alam sunya (akhirat) nanti.

4.

5.

6.

7.

e. Sreg Sevanam : lega Sevanam, adalah bhakti sejati dengan jalan menyembah, sujud, khidmat di Suku Runjung. Tajali Pada Sevanam ini apabila dapat diterapkan dengan baik maka dari itu umat manusia akan bisa menumbuhkan kesadaran cak bagi saling menghormati. Dengan adanya pemahaman cak bagi saling menghormati inilah kita akan bisa roh bersampingan internal kebhinekaan dan pluralisme, serta bisa mencegah perpecahan akibat berpunca zaman mondial. f. Sakhynam : burung laut melatih diri untuk bukan merusak sistim hukum, dan selalu di jalan kasih persahabatan. Wahi ini dapat digunakan sebagai modal pokok guna mewujudkan kesalehan dan keharmonisan sosial kemasyarakatannya. g. Dahsyam : selalu menerimakan uluran tangan dan belalah kasih sayang terhadap khalayak yang membutuhkan sehingga rasa bantu-membantu (Kepribadian Pekerti) akan tetap tumbuh dalam diri kita. h. Arcanam : Dengan nirmala memberikan pelayanan, pengabdian, demap belas kasih sayang, stabilitas, dan pemeberian penghargaan terhadap orang enggak dengan semacam itu akan terwujud keharmonisan di lingkungan awam. i. Atmanivedanam : Pulang ingatan dan yakin buat selalu berjalan di jalan Tuhan, sehingga kita akan loyal dalam lindungannya dan tidak akan terpengaruh ke keadaan-hal subversif di tengah zaman globalisasi. Dengan melaksanakan sebaik mana tahu bagian-fragmen wahyu Bhakti tulen, dengan begitu kita akan dapat merasakan sendiri pembentukan khuluk pekerti yang luhur di zaman kesejagatan. Asam garam pribadi saya, saya setahap demi setapak berangkat melaksanakan ajaran bhakti nirmala walaupun belum maksmila saja saya masih tetap harus belajar agar dapat mengimplementasikan secara maksimal dan boleh merasakan pengaruhnya secara maksimal pula. Kita dapat merasakan bahwa diri kita tidak mudah tergoyahkan berpokok zaman mendunia, kita juga dapat membedakan antara nan baik dan yang buruk karena diri kita telah tertanam ajaran-petunjuk bhakti steril. Dari hasil pengamatan saya di lingkungan masyarakat dapat diambil pernyataan bahwa sebagian masyarakat sudah lalu boleh melaksanakan Bhakti ceria dengan baik sehingga mereka dapat mengendalikan diri dengan baik di tengah zaman mendunia, namun terdapat pula yang belum melaksanakan ajaran bhakti suci dengan baik sehingga belum rani mengklasifikasikan mana otoritas konkret dan negatif dari zaman global ini. Susuk di atas adalah wujud pelaksanaan ajaran Bhakti nirmala yang dapat dipedomani bagi meningkatkan keagamaan dan ketaqwaan khalayak terhadap sifat religiositas, atau darmabakti dan aturan ritual keagamaan yang bersumber semenjak wahi agama.

Source: https://pdfcoffee.com/download/agama-hindu-bab-412docx-pdf-free.html

Posted by: and-make.com