6 Prinsip Pengembangan Bahan Ajar Sekolah Dasar





Pengembangan Korban Ajar (Materi Pembelajaran)


1. Apa bahan pelihara (materi pembelajaran) itu?

Bahan didik atau materi pembelajaran (
instructional materials
) merupakan pemberitahuan, kelincahan, dan sikap yang harus dipelajari siswa intern rangka mencapai standar kompetensi yang sudah ditentukan. Secara terperinci, jenis-spesies materi pembelajaran terdiri bermula pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan, dan sikap atau biji.


Konsep Pengembangan Bahan Ajar


2. Apa cara-prinsip dalam mengidas objek bimbing?

Pendirian-prinsip dalam pemilihan materi pembelajaran menutupi: (a) kaidah relevansi, (b) konsistensi, dan (c) kecukupan. Prinsip relevansi artinya materi penelaahan seharusnya relevan punya keterkaitan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar.

Prinsip kepejalan

artinya adanya keajegan antara bahan bimbing dengan kompetensi dasar nan harus dikuasai siswa. Misalnya, kompetensi bawah yang harus dikuasai petatar empat varietas, maka alamat asuh yang harus diajarkan sekali lagi harus menghampari catur macam.

Prinsip kecukupan

artinya materi yang diajarkan mudahmudahan patut memadai n domestik kondusif siswa menyelesaikan kompetensi dasar nan diajarkan. Materi bukan boleh bersisa kurang, dan tak boleh terlalu banyak. Jika terlalu cacat akan kurang kondusif mencapai standar kompetensi dan kompetensi radiks. Sebaliknya, sekiranya berlebih banyak akan berhabis musim dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.


3. Bagaimana ancang-langkah internal memilih mangsa ajar?

Materi pembelajaran yang dipilih untuk diajarkan maka itu guru dan harus dipelajari siswa hendaknya berisikan materi atau bahan ajar yang benar-bermoral menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi bawah. Secara garis segara langkah-langkah pemilihan bahan ajar meliputi : (a) mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat internal kriteria kompetensi dan kompetensi dasar yang menjadi sempurna ataupun rujukan pemilihan bahan ajar, (b) mengenali macam-jenis materi alamat jaga, (c) memilih bahan pelihara nan sesuai atau relevan dengan patokan kompetensi dan kompetensi dasar yang telah teridentifikasi tadi., dan (d) memilih sumber korban didik. Secara lengkap, anju-awalan pemilahan sasaran jaga boleh dijelaskan seumpama berikut:


  • Mengidentifikasi aspek-aspek yang terletak kerumahtanggaan standar kompetensi dan kompetensi dasar

    . Sebelum menentukan materi pengajian pengkajian terlebih dahulu perlu diidentifikasi aspek-aspek tolok kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dipelajari atau dikuasai siswa. Aspek tersebut perlu ditentukan, karena setiap aspek kriteria kompetensi dan kompetensi dasar memerlukan keberagaman materi nan berbeda-beda kerumahtanggaan kegiatan penerimaan. Sejalan dengan beraneka macam diversifikasi aspek kriteria kompetensi, materi pembelajaran juga bisa dibedakan menjadi jenis materi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Materi pembelajaran aspek psikologis secara terperinci boleh dibagi menjadi empat jenis, merupakan: fakta, konsep, kaidah dan prosedur (Reigeluth, 1987).

    Materi keberagaman fakta

    yakni materi berupa nama-merek objek, nama tempat, cap orang, lambang, situasi sejarah, nama fragmen atau komponen suatu benda, dan lain sebagainya.

    Materi konsep

    berupa pengertian, definisi, hakekat, inti isi.

    Materi tipe mandu

    berupa dalil, rumus, asumsi petitih, paradigma, teorema.
    Materi diversifikasi prosedur

    berupa langkah-ancang berbuat sesuatu secara urut, misalnya ancang-anju menelpon, prinsip-prinsip pembuatan telur asin atau cara-cara pembuatan bel setrum.
    Materi penataran aspek afektif

    membentangi: pemberian respon, pengajian pengkajian (apresisasi), internalisasi, dan penilaian.

    Materi pembelajaran aspek motorik

    terdiri dari aksi awal, taruk rutin, dan rutin.

  • Memilih jenis materi yang sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar

    . Materi yang akan diajarkan perlu diidentifikasi apakah termasuk variasi fakta, konsep, mandu, prosedur, afektif, atau perikatan kian daripada satu keberagaman materi. Dengan mengidentifikasi keberagaman-jenis materi yang akan diajarkan, maka guru akan mendapatkan akomodasi dalam cara mengajarkannya. Setelah diversifikasi materi pembelajaran teridentifikasi, persiapan berikutnya yakni memintal variasi materi tersebut nan sesuai dengan standar kompetensi atau kompetensi dasar nan harus dikuasai murid. Identifikasi varietas materi pembelajaran lagi utama untuk keperluan mengajarkannya. Sebab, setiap jenis materi penelaahan memerlukan strategi pembelajaran maupun metode, kendaraan, dan sistem evaluasi/penilaian nan berbeda-beda. Misalnya, metode mengajarkan materi fakta atau hafalan adalah dengan menggunakan “sirat himar”, “keretek manah” (
    mnemonics
    ), padahal metode buat mengajarkan prosedur merupakan “demonstrasi”.

  • Memilih sendang bulan-bulanan tuntun

    .Setelah jenias materi ditentukan langkah berikutnya adalah menentukan sumber bahan ajar. Materi pembelajaran atau incaran ajar dapat kita temukan berpokok berbagai sumber seperti buku latihan, majalah, jurnal, koran, internet, alat angkut audiovisual, dsb.


3. Bagaimana menentukan cakupan dan urutan alamat asuh?




a. Menentukan cakupan bahan pelihara

Dalam menentukan cakupan ataupun ruang radius materi pembelajaran harus diperhatikan apakah jenis materinya substansial aspek kognitif (fakta, konsep, prinsip, prosedur) aspek afektif, ataukah aspek psikomotorik. Selain itu, perlu diperhatikan pula cara-pendirian nan teristiadat digunakan dalam menentukan cakupan materi pembelajaran yang menyangkut keluasan dan kedalaman materinya. Keluasan cakupan materi berfaedah mencitrakan berapa banyak materi-materi yang dimasukkan ke dalam suatu materi pendedahan, sedangkan kedalaman materi mencantol seberapa detail konsep-konsep nan terkandung di dalamnya harus dipelajari/dikuasai makanya siswa. Mandu berikutnya yakni kaidah kecukupan (adequacy). Kecukupan (adequacy) maupun memadainya cakupan materi juga perlu diperhatikan dalam signifikasi. Layak tidaknya aspek materi dari suatu materi pembelajaran akan sangat mendukung tercapainya aneksasi kompetensi sumber akar nan telah ditentukan. Cakupan alias ruang lingkup materi perlu ditentukan cak bagi mengetahui apakah materi yang harus dipelajari oleh peserta sesak banyak, plus kurang, maupun sudah lalu layak sehingga sesuai dengan kompetensi sumber akar nan kepingin dicapai.


b. Menentukan urutan bahan ajar

Bujuk penyajian (
sequencing
) mangsa ajar habis penting kerjakan menentukan sekaan mempelajari alias mengajarkannya. Tanpa urutan yang tepat, jika di antara bilang materi pengajian pengkajian mempunyai aliansi nan bersifat prasyarat (prerequisite) akan menyulitkan siswa internal mempelajarinya. Misalnya materi operasi takdir penjumlahan, ki pemotongan, perkalian, dan pencatuan. Pesuluh akan mengalami kesulitan mempelajari multiplikasi seandainya materi pencacahan belum dipelajari. Pelajar akan mengalami kesulitan membagi seandainya materi pengkhitanan belum dipelajari. Materi pembelajaran yang telah ditentukan pangsa radius serta kedalamannya boleh diurutkan melangkahi dua pendekatan pokok , yaitu: pendekatan prosedural, dan hierarkis.

Pendekatan prosedural

adalah sekaan materi pembelajaran secara prosedural memvisualkan awalan-awalan secara urut sesuai dengan langkah-ancang melaksanakan suatu tugas. Misalnya langkah-awalan menelpon, langkah-langkah mengoperasikan peralatan kamera video. Padahal pendekatan hierarkis menggambarkan belai yang bersifat berjenjang berasal pangkal ke atas maupun berusul atas ke asal. Materi sebelumnya harus dipelajari silam sebagai prasyarat bikin mempelajari materi berikutnya.


4.Barang apa yang dimaksud dengan sumber mangsa ajar?

Sumber bahan ajar merupakan arena di mana bahan ajar dapat diperoleh. Dalam mencari sumber alamat ajar, peserta boleh dilibatkan lakukan mencarinya, sesuai dengan prinsip penerimaan siswa aktif (CBSA). Berbagai sumber boleh kita gunakan lakukan mendapatkan materi pembelajaran dari setiap barometer kompetensi dan kompetensi sumber akar. Sumber-mata air dimaksud dapat disebutkan di dasar ini: (a) gerendel pustaka yang diterbitkan maka dari itu berbagai penerbit. Gunakan sebanyak mungkin muslihat bacaan kiranya dapat diperoleh wawasan yang luas, (b) pesiaran hasil penelitian yang diterbitkan makanya lembaga eksplorasi maupun oleh para pengkaji silam berguna buat mendapatkan sumber bulan-bulanan ajar yang atual atau mutakhir, (c) Harian penerbitan hasil penelitian dan pemikiran ilmiah. Jurnal-jurnal tersebut berisikan bineka hasil eksplorasi dan pendapat bermula para ahli di bidangnya sendirisendiri yang telah dikaji kebenarannya, (d) Pakar atau pakar bidang penekanan terdahulu digunakan sebagai sumber bahan ajar yang dapat dimintai konsultasi mengenai kebenaran materi atau mangsa ajar, ira jangkauan, kedalaman, gosokan, dsb., (e) Profesional yaitu orang-individu yang bekerja pada satah tertentu. Kalangan perbankan misalnya karuan ahli di parasan ekonomi dan keuangan, (f) Buku kurikulum penting lakukan digunakan sebagai perigi bahan didik. Karena berpijak kurikulum itulah standar kompetensi, kompetensi dasar dan materi bahan bisa ditemukan. Semata-mata cuma materi yang tercantum kerumahtanggaan kurikulum hanya berisikan pokok-pokok materi, (g) Penerbitan berkala sebagai halnya surat kabar, mingguan, dan bulananyang banyak berisikan informasi nan berkenaan dengan bahan ajar suatu matapelajaran, (h) Internet nan yang banyak ditemui segala macam sendang sasaran bimbing. Sampai-sampai rincih pelajaran harian bikin berbagai matapelajaran dapat kita sambut melintasi internet. Bahan tersebut bisa dicetak atau dikopi, (i) Beragam tipe media audiovisual berisikan pula objek ajar untuk berbagai variasi mata les. Kita dapat mempelajari gunung berapi, spirit di laut, di jenggala belantara melintasi siaran televisi, dan (j) lingkungan ( alam, sosial, senibudaya, teknik, pabrik, ekonomi). Perlu diingat, dalam menyusun rencana pengajian pengkajian berbasis kompetensi, buku-buku atau terbitan tersebut sekadar merupakan bulan-bulanan rujukan. Artinya, tidaklah tepat jika namun menggantungkan pada buku teks sebagai satu-satunya sumur target ajar. Tidak tepat lagi tindakan menukar kiat tuntunan pada setiap peralihan semester atau pergantian periode. Sentral-muslihat pelajaran atau sosi referensi yang ada perlu dipelajari cak bagi dipilih dan digunakan andai mata air yang relevan dengan materi yang telah dipilih lakukan diajarkan. Mengajar bukanlah menyelesaikan satu trik, tetapi mendukung pesuluh mencapai kompetensi. Karena itu, moga suhu memperalat banyak sumber materi. Untuk suhu, sumur utama lakukan mendapatkan materi pengajian pengkajian yaitu siasat teks dan buku penunjang nan lain.


5. Bagaimana ketatanegaraan dalam memanfaatkan bahan ajar?

Secara garis besarnya, dalam memanfaatkan bahan ajar terdapat i dua strategi, yaitu: (a) Ketatanegaraan penyampaian bahan ajar oleh Temperatur dan (b) Strategi mempelajari target pelihara maka itu petatar


a. Strategi penyampaian bahan ajar maka dari itu guru

Strategi penyampaian bahan ajar oleh suhu, diantaranya: (1) Strategi gosokan penyampaian simultan; (2)Strategi urutan pengajuan suksesif; (3) Kebijakan pengutaraan fakta; (4) Strategi penyajian konsep; (5) Strategi presentasi materi penerimaan pendirian; dan (6) Strategi penyajian prosedur.


1.



Strategi urutan penyampaian serampak yaitu jika guru harus menampilkan materi pembelajaran kian daripada satu, maka menurut kebijakan urutan presentasi simultan, materi secara keseluruhan disajikan secara serentak, bau kencur kemudian diperdalam satu demi satu (Metode menyeluruh);


2.



Strategi belai penyampaian suksesif, jika guru harus manyampaikan materi pendedahan makin daripada satu, maka menurut strategi usap panyampaian suksesif, sebuah materi satu demi suatu disajikan secara mendalam baru kemudian secara berurutan menyajikan materi berikutnya secara betul-betul pula.


3.



Ketatanegaraan pengutaraan fakta, jika master harus manyajikan materi pembelajaran termasuk jenis fakta (nama-nama benda, nama medan, peristiwa rekaman, nama makhluk, nama lambang ataupun tanda baca, dsb.),


4.



Strategi presentasi konsep, materi pembelajaran tipe konsep adalah materi substansial definisi alias konotasi. Tujuan mempelajari konsep adalah mudah-mudahan pesuluh perseptif, dapat menunjukkan ciri-ciri, elemen, melepaskan, membandingkan, menggeneralisasi, dsb.Ancang-langkah mengajarkan konsep: Pertama sajikan konsep, kedua berikan bantuan (berupa inti isi, ciri-ciri pokok, contoh dan tidak contoh), ketiga berikan latihan (exercise) misalnya faktual tugas buat mencari cermin tak, keempat berikan umpan balik, dan kelima berikan tes;


5.



Strategi penyampaian materi penataran mandu, tersurat materi penataran tipe mandu adalah dalil, rumus, hukum (law), hipotesis, teorema, dsb.


6.



Strategi penyampaian prosedur, harapan mempelajari prosedur adalah agar siswa dapat melakukan atau mempraktekkan prosedur tersebut, lain sekedar reseptif atau hafal. Tersurat materi pembelajaran jenis prosedur adalah langkah-anju mengerjakan suatu tugas secara urut.


b. Ketatanegaraan mempelajari sasaran ajar maka itu murid

Ditinjau berpunca guru, perlakuan (treatment) terhadap materi penataran berupa kegiatan suhu menyampaikan atau mengajarkan kepada siswa. Sebaliknya, ditinjau berpangkal segi petatar, perlakuan terhadap materi penelaahan berupa mempelajari maupun berinteraksi dengan materi pembelajaran. Secara khusus dalam mempelajari materi pembelajaran, kegiatan petatar boleh dikelompokkan menjadi empat, yaitu : (1) mengingat; (2) menggunakan; (3) menemukan; dan (4) memilih.


1.




Menghafal (verbal parafrase)

. Ada dua spesies mengingat, yaitu mengingat verbal (
remember lurus
) dan menghafal parafrase (
remember paraphrase
). Menghafal verbal adalah memahfuzkan persis seperti apa adanya. Terdapat materi pembelajaran yang memang harus dihafal persis seperti apa adanya, misalnya stempel orang, cap tempat, nama zat, lambang, peristiwa ki kenangan, tanda-tera fragmen atau komponen suatu benda, dsb. Sebaliknya suka-suka lagi materi pembelajaran yang enggak harus dihafal persis seperti segala adanya tetapi dapat diungkapkan dengan bahasa maupun kalimat sendiri (hafal parafrase). Yang terdahulu siswa paham atau mengetahui, misalnya peka inti isi Pembukaan UUD 1945, definisi saham, dalil Archimides, dsb.


2.




Menggunakan/mengaplikasikan (Use)

. Materi pembelajaran pasca- dihafal alias dipahami kemudian digunakan ataupun diaplikasikan. Makara privat proses pembelajaran siswa wajib memiliki kemampuan untuk menggunakan, menerapkan ataupun mengaplikasikan materi yang sudah lalu dipelajari. Pemanfaatan fakta maupun data adalah untuk dijadikan bukti internal rangka pemungutan keputusan. Pengusahaan materi konsep adalah lakukan menyusun proposisi, dalil, atau rumus. Selain itu, penyerobotan atas suatu konsep digunakan untuk menggeneralisasi dan membedakan. Penerapan atau penggunaan prinsip merupakan untuk membereskan masalah plong kasus-kasus tidak. Penggunaan materi prosedur adalah buat dikerjakan atau dipraktekkan. Penggunaan materi sikap ialah berwatak sesuai kredit alias sikap yang mutakadim dipelajari. Misalnya, siswa berhemat air intern mandi dan mencuci setelah mendapatkan pelajaran akan halnya pentingnya bersikap hemat.


3.




Menemukan

. Yang dimaksudkan kreasi (
finding
) di sini adalahmenemukan kaidah membereskan masalah-problem baru dengan menggunakan fakta, konsep, pendirian, dan prosedur yang sudah dipelajari. Menemukan adalah hasil tingkat membiasakan tingkat tinggi. Gagne (1987) menyebutnya bagaikan penerapan politik serebral. Misalnya, sesudah mempelajari syariat bejana berhubungan seorang pesuluh dapat membuat peralatan penyiram jambangan sampir menggunakan pipa-pipa paralon. Acuan lain, selepas mempelajari sifat-kebiasaan angin yang makmur memutar baling-baling siswa dapat takhlik protipe, model, atau maket sumber kilang kilangangin kincir kerjakan mendapatkan air kapling.


4.




Memilih


di sini menyangsang aspek afektif maupun sikap. Yang dimaksudkan dengan memilih di sini adalah memilih cak bagi melakukan ataupun lain berbuat sesuatu. Misalnya memilih membaca novel bermula pada membaca tulisan ilmiah. Memilih menaati peraturan lalu lintas tetapi tertinggal ikut sekolah ataupun memilih menubruk tetapi bukan terlambat, dsb.


6. Apa yang dimaksud dengan materi prasyarat dan perombakan, dan pengayaan?

Dalam mempelajari materi penataran untuk mencapai kompetensi asal terdapat beberapa kemungkinan plong diri siswa, yaitu murid belum siap bekal pengetahuannya, siswa mengalami kesulitan, atau siswa dengan cepat menguasai materi pengajian pengkajian. Kemungkinan pertama murid belum memiliki pengetahuan psyarat. Amanat prasyarat ialah bekal pengumuman yang diperlukan kerjakan mempelajari satu alamat ajar hijau. Misalnya, untuk mempelajari perkalian peserta harus sudah lalu mempelajari pembilangan. Bagi mengetahui apakah murid telah memiliki laporan keharusan, temperatur harus mengadakan konfirmasi prasyarat (
prequisite test
). Jikalau berdasar tes tersebut murid belum memiliki pengumuman prasyarat, maka peserta tersebut harus diberi materi alias sasaran pembekalan. Bahan pembekalan (matrikulasi) dapat diambil dari materi alias modul di bawahnya. Dalam menghadapi prospek kedua, yaitu peserta mengalami kesulitan alias hambatan internal mengatasi materi pendedahan, guru harus menyediakan materi perbaikan (remedial). Materi pendedahan remedial disusun makin sederhana, lebih rinci, diberi banyak penjelasan dan contoh moga mudah ditangkap makanya siswa. Bagi keperluan remedial teristiadat disediakan modul remidial. Dalam menghadapi kemungkinan ketiga, yaitu pesuluh dapat dengan cepat dan mudah mengamankan materi pembelajaran, guru harus meluangkan bahan pengayaan (enrichment). Materi pengayaan berbentuk pendalaman dan perluasan. Materi pengayaan baik untuk studi alias ekstensi wawasan bisa diambilkan pecah buku rujukan lain yang relevan atau disediakan modul pengayaan. Selain pengayaan, perlu dipertimbangkan adanya akselerasi alami di mana murid dimungkinkan untuk cekut pelajaran berikutnya. Untuk keperluan ini perlu disediakan objek ataupun modul percepatan.

Source: https://puspita-novianti.blogspot.com/p/materi-bahan-ajar.html

Posted by: and-make.com