3 Elemen Dasar Dlm Berpacaran Pelajaran Agama Kristen

Adolesens adalah periode nan indah. Mengapa dikatakan indah? Karena, plong masa-perian inilah seorang remaja akan mengalami perubahan-perubahan intern dirinya. Secara biologis, remaja putri akan mengalami haid, bilang fragmen tubuhnya mulai menonjol, dan lain sebagainya. Padahal, seorang muda putra akan berangkat tumbuh brewok dan jakun, suara yang lebih membelenting, dan sejumlah perlintasan lainnya. Pada masa ini juga, mulai dewasa akan mulai mengenal apa yang dinamakan cinta cigak. Apa itu cinta cigak? Barang apa itu cak berpacaran? Mengapa bisa suka kepada dagi tipe? Dan, pertanyaan-tanya lainnya.

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan bahwa pacaran adalah sebuah hubungan yang dijalin maka dari itu seorang kuntum dengan adam, di dalamnya ada rasa kasih dan demap satu sama lain. Sementara itu, “berpacaran” punya arti berkasih-kasihan, bercinta, maupun bersuka-sukaan. Perumpamaan taruna kristiani perlu luang pandangan Alkitab tentang Pacaran?

Selama Alkitab, mulai berusul Kitab Kejadian sampai Ajaran, bukan gabungan ditemukan tentang kemujaraban alas kata “pacaran”, walaupun beberapa cucu adam menyebut bahwa pacaran adalah sebuah proses sebelum menuju atau memasuki jenjang pernikahan. Faktanya, Injil tidak pernah menuliskan adapun kata “pacaran”. Namun, Alkitab menuliskan sebuah ulasan yang indah tentang pertemanan. Privat persahabatan, kita bisa mengasihi dan boleh juga berteman dengan seorang pria atau wanita. Bukan susah berasal persahabatan muncullah rasa gemar, kasmaran, dan menganakemaskan sahabat dengan antitesis jenis.

Menginjak terbit definisi istilah tersebut, pacaran cak acap dikaitkan dengan hal-hal yang boleh membangkitkan temperatur nafsu seperti berciuman, berpelukan, atau bermesra-mesraan. Oleh karena itu, Alkitab telah mengingatkan bahwa bodi merupakan bait Roh Putih, sehingga muda kristiani harus menjaga kekudusan hidup, melakukan apa yang benar dan mulia, dan memikirkan keadaan-hal yang bijak.

Di kerumahtanggaan Alkitab, Tuhan memang tak menetapkan secara jelas akan halnya peristiwa berpacaran. Akan tetapi, firman Tuhan memberikan standarisasi hidup yang harus kita lakukan sebagai pemuda-dayang Serani nan n kepunyaan identitas Kristus, yaitu:

  • Tubuh kita yakni Bait Roh Zakiah
    (1 Korintus 6:9)
  • Melakukan nan moralistis, sebab lain semua hal berfaedah bagi hidup kita
    (1 Korintus 6:12)
  • Atma kudus dan menjaga kekudusan hidup
    (1 Petrus 1:15)
  • Menyingkir percabulan
    (1 Tesalonika 4:3)

Pacaran tidak komplikasi boleh atau tidak boleh, semata-mata sudahkah kita menggetah sebuah hubungan pendekatan dengan lawan macam yang cegak dan memuliakan keunggulan Tuhan di dalamnya? Sampai taraf di mana pacaran nan kita cak bagi? Oleh sebab itu, marilah kita mengintrospeksi diri dan terus menghormati Tuhan internal setiap hidup kita.

Tinggal, orang bagaimanakah nan mudahmudahan menjadi pacar anda? Suka-suka internal Alkitab, “Sebab itu jauhilah nafsu bani adam muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan rukun bersama-sama dengan mereka nan berseru kepada Tuhan dengan lever yang murni.”
(2 Timotius 2:22).

Tidaklah bijaksana berpacaran dengan seseorang yang tidak mengasihi Allah. Ada intern Bibel, “Janganlah mau menjadi sekutu individu-orang yang tak berkeyakinan kepada Yesus; itu tak cocok. Mana boleh jadi kekuatan berpadu dengan kejahatan! Lain siapa terang bergabung dengan haram. Lain kali Kristus cocok dengan Demit. Apakah persamaannya antara insan Kristen dengan orang bukan Kristen.”
(2 Korintus 6:14-15, BIS). “Mungkinkah dua orang bepergian serta merta tanpa bertawaran makin dahulu?
(Amos 3:3, BIS)

Janganlah berpacaran dengan seseorang nan mengatakan diri sebagai seorang Serani tapi tak hidup sebagai orang Serani. Ada dalam Alkitab, ”Maksud saya ialah, bahwa kalian jangan bergaul dengan orang yang mengaku dirinya orang Serani, hanya sosok itu cabul, ataupun tamak, atau pemuja kultus, atau suka memburuk-burukkan makhluk lain, atau alkoholis, ataupun penjarah. Duduk makan dengan orang itu pun jangan.”
(1 Korintus 5:11, BIS). Hindari berpacaran dengan orang yang mempunyai perilaku pemarah. Ada kerumahtanggaan Injil, “Janganlah bergaul dengan orang yang suka marah dan cepat naik darah.”
(Amsal 22:24, BIS)

Jangan berpacaran dengan sendiri Kristen pemalas. Ada dalam Alkitab, “Saudara-uri, atas kuasa Allah Yesus Kristus, kami perintahkan meski kalian pergi semua tali pusar, yang atma berleha-leha, dan yang tidak menuruti wahi-tanzil yang kami berikan kepada mereka.”
(2 Tesalonika 3:6, BIS)

Kecantikan batiniah adalah yang paling berarti. Cak semau dalam Alkitab, “Sebaliknya, hendaklah kecantikanmu timbul dari dalam batin, budi pekerti nan teklok renik dan sirep; itulah kecantikan abadi nan sangat bermakna menurut pandangan Allah.”
(1 Petrus 3:4, BIS)

Berpacaranlah dengan seseorang nan n kepunyaan sikap yang baik. Terserah dalam Alkitab, “Semoga Yang mahakuasa, yang memberikan ketabahan dan penghiburan kepada manusia, menolong kalian bagi semangat dengan sehati, masing-masing dengan sikap Kristus terhadap suatu sama lain.”
(Roma 15:5-6, TLB). Berpacaranlah dengan seseorang yang mendorong sira dan menyokong beliau. Ada dalam Alkitab, “Kalian lestari, karena kalian bercampur dengan Kristus. Sehingga Roh Allah telah membuat kalian hidup rapat persaudaraan dan rukun suatu sama lain dan saling mengasihi serta menaruh pembebasan satu sama lain.”

Apa yang harus dihindari dalam berpacaran. Suka-suka dalam Alkitab, “Marilah kita sukma dengan sopan, sama dengan pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan bermabuk-mabukan, jangan privat percabulan dan master nafsu, jangan internal pergesekan dan timburu hati(Roma 13:13). Berpacaran tidak tertulis hubungan seks. Ada n domestik Bibel, “Namun tubuh bukanlah lakukan percabulan, melainkan lakukan Tuhan, dan Tuhan untuk fisik
.
Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi anak adam yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri(1 Korintus 6:13, 18). Jagalah diri ia tegar jati. Ada kerumahtanggaan Alkitab, “Setiap orang yang menurunkan pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia adalah ceria.”
(1 Yohanes 3:3).

Mudahmudahan tidak menyakiti diri kita sendiri, keinginan dan kegiatan berahi haruslah ditempatkan di bawah pengendalian Kristus. Ada dalam Bibel,
“Karena inilah kehendak Tuhan: Pengudusanmu, yaitu supaya sira menjauhi percabulan, cak agar kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi istrimu sendiri dan semangat di dalam kekudusan dan kesucian bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti nan dibuat maka itu bangsa-nasion yang tidak mengenal Allah(1 Tesalonika 4:3-5).

Seandainya dia sudah terlanjur, apakah yang harus anda perbuat ?

Purwa-tama, akuilah dosa-dosamu. Ada dalam Alkitab, “Kasihanilah aku, ya Halikuljabbar, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut pemberian-Mu nan besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri ingat akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku(Mazmur 51:3-5). Kedua, mintalah grasi buat dosa-dosamu  Allah bersuara dia dapat memulai hidupmu lagi. Suka-suka dalam Injil, “Bersihkanlah aku berpunca lega dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tulus, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih berpokok salju! Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali! Sembunyikanlah paras-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! Jadikanlah hatiku tulen, ya Tuhan, dan perbaharuilah batinku dengan roh nan ki ajek! Janganlah membuang aku berusul pangkuan-Mu, dan janganlah mencoket roh-Mu yang tahir berpokok padaku! Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang bermula pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan hayat yang rela(Mazmur 51:9-14).

Ketiga, Percayalah bahwa Yang mahakuasa khusyuk mutakadim mengampuni anda dan berhentilah merasa bersalah. Terserah internal Injil, “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, nan kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa pengecoh! Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengikat selama hari; sebab siang malam tangan-Mu menindihkan aku dengan elusif, sumsumku menjadi gersang, seperti oleh teriknya masa panas. Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku mengomong: “Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sebab itu hendaklah setiap anak adam saleh beribadat kepada-Mu, selagi Engkau boleh ditemui; selayaknya pada perian banjir besar terjadi, itu bukan melandanya. Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak”
(Mazmur 32:1-7).

Almalik mempunyai seorang jodoh untuk engkau. Ada dalam Injil, “Halikuljabbar Halikuljabbar berfirman: “Tak baik, kalau manusia itu koteng diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia”
(Peristiwa 2:18). Mintalah tara berbunga Tuhan. Ada dalam Injil, “Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, doang isteri yang berakal budi adalah karunia Allah(Amsal 19:14). Almalik akan memberikan hasrat hati anda kepada anda. Ada dalam Alkitab, “Carilah kebahagiaanmu pada TUHAN, Ia akan memuaskan kemauan hatimu(Mazmur 37:4, BIS). Bapamu mengetahui segala nan ia perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya
(Matius 6:8).

Sumber Penulisan/Daftar Teks
:

http://akil balig.sabda.org/apa-kata-alkitab-mengenai-cak berpacaran

http://www.bibleinfo.com/id/topics/cak berpacaran

Source: https://student-activity.binus.ac.id/po/2016/05/berpacaran-menurut-pandangan-alkitab/

Posted by: and-make.com