2 Contoh Simulasi Perangkat Evaluasi Pembelajaran Berdasarkan Penilaian Kelompok

Testimoni, PENGUKURAN, PENILAIAN, DAN EVALUASI

Testimoni

Istilah ini berasal dari bahasa latin “testum” nan berjasa sebuah piringan berpokok lahan liat. Istilah ini dipergunakan intern lapangan psikologi dan selanjutnya doang dibatasi sampai metode psikologi, yaitu satu pendirian lakukan menyelidiki seseorang. Pendalaman tersebut dilakukan berangkat berpunca karunia suatu tugas kepada seseorang atau buat menyelesaikan suatu masalah tertentu. Lega hakikatnya pembenaran adalah suatu alat nan berisi serangkaian tugas yang harus diselesaikan atau soal-soal yang harus dijawab maka itu peserta didik bikin mengukur satu aspek perilaku tertentu. Dengan demikian, faedah pengecekan yakni sebagai alat ukur.

Menurut Anne Anastasia, pemeriksaan ulang adalah alat pengukur yang mempunyai standar yang objektif sehingga dapat digunakan secara meluas serta serta dapat khusyuk di gunakan untuk mmengukur dan membandingkan keadaan psikis ataupun tingkah laku.

Lee .J. Cornbach, intern bukunya “essential of psychology testing” tes  merupakan prosedur yang sisitematis bagi membandingkan tingkah larap dua orang alias lebih

Jadi tes merupakan alat alias prosedur yang digunakan untuk memahami atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan kebiasaan-aturan nan sudah di tentukan.

Contoh: ulangan surat kabar yang terdiri pecah 50 soal seleksian ganda

PENGUKURAN

Pengukuran ialah suatu proses atau kegiatan untuk menentukan jumlah “sesuatu”.Introduksi “sesuatu” bisa bermanfaat pelajar tuntun, suhu, gedung sekolah, meja belajar, papan catat, dll.  Dalam proses pengukuran tentu guru harus menggunakan perkakas ukur  (tes maupun non validasi). Alat ukur tersebut harus standar, yaitu memiliki derajat validitas dan keterandalan nan tinggi.

Pengukuran menurut Arikunto dan Mahakuasa (2004) adalah kegiatan membanding satu hal dengan suatu ukuran tertentu sehingga sifatnya menjadi kuantitatif.

Pengukuran adalah penentuan besaran, dimensi, atau kapasitas. Pengukuran yakni proses rahmat angka-anagka atau keunggulan kepada unit analisis cak bagi mempresentasikan atribut-atribut konsep.

Cermin: dari 50 soal pilihan ganda, Tia berkat skor 42

PENILAIAN

Depdikbud 1994 mengemukakan penilaian adalah satu kegiatan bakal mengasihkan bermacam ragam pemberitahuan secara berkelanjutan dan menyeluruh tentang proses dan hasil yang telah dicapai pelajar.

Penilaian adalah satu proses atau kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan lakukan mengumpulkan pemberitaan tentang proses dan hasil sparing murid tuntun internal rangka mewujudkan keputusan-keputusan beralaskan standar dari pertimbangan tertentu. Kegiatan penilaian harus dapat memberikan informasi kepada suhu untuk meningkatkan kemampuan mengajarnya dan membantu peserta didik mencapai perkembangan belajarnya secara optimal. Implikasinya adalah kegiatan penilaian harus digunakan sebagai prinsip atau teknik untuk ki menggarap sesuai dengan mandu pedagogis. Master harus mencatat bahwa keberhasilan belajar perserta didik adalah pelecok suatu penanda keberhasilan internal penerimaan .

CONTOH: skor nan diperoleh diolah, Tia mendapat nilai yang sangat baik.

EVALUASI

Evaluasi merupakan suatu proses yang bersistem untuk menentukan atau takhlik keputusan sampai selama mana tujuan-maksud pengajaran telah dicapai maka dari itu pesuluh (Purwanto, 2002).

Pada hakikatnya evaluasi yaitu satu proses yang sistematis dan membenang untuk menentukan kualitas (skor dan arti) dari sesuatu, berdasarkan pertimbangan dan standar tertentu internal buram pembuatan keputusan.

Evaluasi ialah suatu proses bukan satu hasil (dagangan). Hasil nan diperoleh mulai sejak kegiatan evaluasi ialah kualitas sesuatu, baik yang mencantol tentang skor maupun arti, sementara itu kegiatan untuk sebatas pada pemberian kredit dan kurnia itu adalah evaluasi. Membahas mengenai evaluasi berarti mempelajari bagaimana proses karunia pertimbangan akan halnya kualitas sesuatu.

CONTOH: setelah melalui tes, pengukuran, dan penilaian, dapat ditentukan bahwa Tia lulus dengan hasil yang memuaskan dan perlu dipertahankan.

Ilustrasi pembuktian, pengukuran, penilaian, dan evaluasi:

Bu Tia ingin memaklumi apakah petatar didiknya sudah mengendalikan kompetensi bawah internal matapelajaran TIK. Untuk itu, Bu Tia memberikan tes teragendakan dalam bentuk adil seleksian ganda sebanyak 50 soal kepada petatar didiknya (artinya Bu Tia mutakadim menggunakan konfirmasi). Lebih jauh, Bu Tia mengusut kenur jawaban peserta didik sesuai dengan buku jawaban, kemudian sesuai dengan rumus tertentu dihitung angka mentahnya. Ternyata, angka mentah yang diperoleh peserta tuntun sangat majemuk, ada yang memperoleh skor 25, 36, 44, 47, dan lebih lanjut (sampai disini sudah terjadi pengukuran). Nilai alias skor-ponten tersebut tentu belum memiliki nilai /makna dan fungsi apa-apa. Bagi memperoleh biji dan fungsi dari setiap ponten tersebut, Bu Tia berbuat penggodokan skor dengan pendekatan tertentu. Hasil pengolahan dan penafsiran privat nisbah 0 – 10  menunjukkan bahwa skor 25 memperoleh nilai 5 (bermanfaat tidak menguasai), skor 36 memperoleh nilai 6 (bermakna cukup menguasai), skor 44 memperoleh skor 8 (berharga memintasi), dan skor 47 memperoleh nilai 9 (berjasa sangat memuaskan). Sampai disini sudah terjadi proses penilaian. Ini hipotetis privat ruang lingkup penilaian hasil belajar. Kalau Bu Tia menilai seluruh onderdil pembelajaram maka berarti terjadi evaluasi.

Source: https://matematikaunm4.blogspot.com/2014/03/tes-pengukuran-penilaian-evaluasi.html

Posted by: and-make.com